x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



Masyarakat Diminta Waspada dan Menjaga Lingkungan

Delapan Kecamatan di Kabupaten Kediri Rawan Bencana Alam

Sabtu, 02 Maret 2013 16:01 WIB (1 year yang lalu)Editor:
Delapan Kecamatan di Kabupaten Kediri Rawan Bencana Alam - Masyarakat Diminta Waspada dan Menjaga Lingkungan - Jembatan di Desa Mondo, Kecamatan Mojo Kediri ambrol akibat diterjang arus sungai paca hujan lebat

(Foto: KC)Jembatan di Desa Mondo, Kecamatan Mojo Kediri ambrol akibat diterjang arus sungai paca hujan lebat

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Hasil pemetaan yang dilakukan Pemerintah Kabuapten (Pemkab) Kediri diketahui terdapat delapan wilayah yang rawan benacana tanah longsor dan banjir.

Wilayah yang masuk zona rawan tersebut umumnya berada di kawasan pinggiran atau sekitar lereng gunung.

Plt Kabag Humas Pemkab Kediri Edhi Purwanto menyebutkan, delapan rawan tersebut diantaranya Kecamatan Mojo, Semen, Banyakan, Grogol, Tarokan, Kepung, Puncu serta Kecamatan Kandangan.

“Potensi bencana alam ini menjadi ancaman warga, mengingat masyarakat masih minim pengetahuan untuk mendeteksi dini terjadinya bencana alam,” ujar Edhi Purwanto, Sabtu (02/03/2013).

Untuk itu, lanjut Edhi, Pemkab Kediri terus mengupayakan peningkatan kemampuan masyarakat dalam mengetahui tanda-tanda timbulnya bencana alam sebagai deteksi dini.

Diakui Edhi, masyarakat juga harus menjaga kelestarian lingungan tempat tinggal masing-masing dengan cara tidak merusak lingkungan.

Sementara itu, banyak lokasi yang rawan terjadi bencana, Pemkab Kediri sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2 milyar setiap tahunnya.

Anggaran tersebut untuk normalisasi darurat tempat terjadi bencana dan santunan kepada para korban. Selain itu, pihaknya juga telah membentuk satuan tanggap bencana guna menangani khusus masalah teknis bila ada ancaman bencana sewaktu-waktu.@ridwan_licom/bj





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty