x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Empat Wartawan Diusir Dari Pendopo

Sekda Kota Tegal Minta Maaf Pada Lensaindonesia.com

Senin, 04 Maret 2013 23:38 WIB (1 year yang lalu)Editor:
Sekda Kota Tegal Minta Maaf Pada Lensaindonesia.com - Empat Wartawan Diusir Dari Pendopo - Ilustrasi.

Ilustrasi.

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Puluhan wartawan media televisi dan media cetak, Senin siang (4/3/2013) menggeruduk kantor Sekertaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kota Tegal, Jawa Tengah, terkait pengusiran sejumlah wartawan nasional saat tengah duduk-duduk di Pendopo oleh SatPol PP atas printah dari Edi Pranowo, Sekda Kota Tegal.

Puluhan wartawan yang tidak terima rekan kerjanya dilecehkan, tanpa dikomando Senin siang langsung mendatangi kantor Edi Pranowo selaku Sekda Kota Tegal untuk meminta klarifikasi perihal rekan Indosiar, Beritasatu Tv, Lensaindonesia.com dan Kedaulatan Rakyat yang mengalami tindak tidak menyenangkan.

Baca juga: Perampok `baik hati` masih sempat buatkan susu buat bayi korban dan Diduga kelelahan, Bupati Tegal meninggal dunia

Kuncoro Wijayanto, Kontributor Indosiar Tegal, mengatakan kepada LICOM, “Saat itu kami berempat seusai liputan seperti biasa langsung singgah di pendopo Tegal untuk membuat naskah berita. Namun tak beberapa lama kemudian datang 2 anggota Satpol PP dengan menggunakan mobil dinasnya menghampiri dan langsung menegur kami. Dari ucapan mereka seperti menuduh sejumlah wartawan tersebut yang menutup CCTV dengan Cat dan Lakban,” akunya.

Saat itu sempat terjadi adu mulut, namun setelah mengetahui yang ditegurnya adalah wartawan, kedua petugas Satpol PP melakukan ini atas perintah langsung dari Sekda.

“Saya sempat naik pitam saat itu, kata-kata mereka seperti menuduh kami adalah pelaku para penutupan CCTV dengan cat dan Lakban. Beruntung Komandan Satpol PP langsung menghampiri kami dan meminta maaf atas ulah kedua orang anak buahnya. Namun karena merasa harga diri kami diinjak-injak, saya langsung membuat statmen dan saya sebar berita tidak menyenangkan ini ke grup BBM Pemkot Tegal. Saat itu juga rekan-rekan kami yang membaca isi BBM itu langsung bereaksi. Ini salah satu bentuk pelecehan berat Sekda terhadap para wartawan,” paparnya

Sementara itu Edi Pranowo (sekda) yang didampingi Kasatpol PP, Hartoto dan Kabag Humas Pemkot Tegal, Markus mengatakan, “Saya secara pribadi meminta maaf atas kejadian yang tidak menyenangkan yang telah dilakukan oleh anggota satpol PP dengan membawa nama saya (sekda). Ini salah paham atau miskomunikasi. Saya tidak pernah melarang para wartawan untuk berkarya di pendopo. Sekali lagi saya atas nama pribadi dan instansi memohon maaf atas miskomunikasi yang terjadi,” ujarnya.@boy/nakulo

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty