x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Kasus Pencemaran Nama Baik

Dua Anggota Dipajang Sebagai Teroris di Pamflet, JAT Jatim Meradang!

Selasa, 05 Maret 2013 20:04 WIB (1 year yang lalu)Editor:
Dua Anggota Dipajang Sebagai Teroris di Pamflet, JAT Jatim Meradang! - Kasus Pencemaran Nama Baik - Zulkarnaen, juru bicara JAT Imarah Mudiriyah Surabaya saat berada di Polda Jatim

(Foto: Rakhman Lensa)Zulkarnaen, juru bicara JAT Imarah Mudiriyah Surabaya saat berada di Polda Jatim

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Tak terima foto diri dua anggotanya di pampang dengan lebel teroris. Jama’ah Ansharut Tauhid (JAT) Imarah Mudiriyah Surabaya, Jawa Timur layangkan somasi kepada Kapolsek Gayungan dan institusi Polrestabes Surabaya.

Kepada wartawan di Mapolda Jatim, Zulkarnaen, juru bicara JAT Imarah Mudiriyah Surabaya, Jawa Timur bersama dua anggota jama’ahnya yang disebut sebagai teroris dalam selebaran yang ditempel di setiap pos keamanan di wilayah Gayungsari, Surabaya. Yakni, Ya’kup Budiono (24) warga Jalan Pegirian, Surabaya dan Bramantyo (32), warga Jalan Bulaksari Lebar 28, Surabaya mengatakan bahwa apa yang dilakukan pihak kepolisian adalah pencemaran nama baik.

Baca juga: PN Surabaya sahkan Wawan Pristiwanto pemilik PT Nerita dan Jawa Timur waspadai rusuh, Polda kerahkan 14 ribu personel

“Ini pencemarkan nama baik individu yang bersangkutan dan kelompok JAT. Foto dua orang ini, Ya’kup dan Bramantyo dipasang di selebaran dan diberi lebel “DATA TERORIS DARI KELOMPOK JAT (JAMAAH ANSHOROUD TAUKHID”, silahkan lihat ini,” tuturnya, Selasa (5/3/2013).

Diterangkannya, pihaknya menemukan selebaran itu di berbagai tempat, diantaranya di setiap pos keamanan di wilayah Gayungsari, Surabaya pada hari Sabtu 2 Maret 2013 lalu. Dan langsung mendatangi Polsek Gayungan, minta keterangan, terkait penyebaran brosur teroris.

“Kita ditemui Kanit Shabara Polsek Gayungan, Widiyanto. Kemudian ditemui Kapolsek Gayungan Kompol Taufik Yulianto. Saat itu Pak Yuli mengatakan, itu atas perintah resmi dari Polrestabes Surabaya pada 2 Maret 2013, untuk menempelkan poster itu di wilayahnya,” urai Zulkarnaen.

Dari pertemuan dengan Kapolsek, lanjut Zulkarnaen, pihaknya dijanjikan untuk bisa bertemu dengan Polrestabes Surabaya, Senin 4 Maret 2013, namun itu tidak terjadi.

Dan, setelah diklarifikasi melalui Kanit Intel Polrestabes, institusi kepolisian disana juga mengaku tidak pernah memberikan perintah terkait penerbitan brosur bergambar teroris dan telah beredar tersebut.

Menindaklanjuti fitnah yang menyebut JAT sebagai kelompok teroris, JAT memberikan pernyataan dan membuat tuntutan. Menyesalkan dan mengutuk tindakan fitnah; menuntut Kapolsek Gayungan Surabaya; minta polisi merehabilitasi nama JAT dan dua anggotanya yang dituduh teroris; memberi waktu 2X24 jam memenuhi tuntutan tersebut, jika tidak dipenuhi JAT akan menempuh jalur hukum.

“Kami akan melayangkan somasi, menuntut Kapolsek Gayungan dan institusi Polrestabes Surabaya,” ucap Zulkarnaen.

Selain di Surabaya, Zulkarnaen menambahkan pihaknya di tahun 2012 lalu, juga mendapati hal yang sama yang terjadi di Bima NTB, Karanganyar di Jawa Tengah dan di wilayah Polres Tanjung Perak di Surabaya.

“JAT dipermalukan, dan sengaja di kambing hitamkan, dikorbankan sebagai teroris. Ini kami yang tidak terima dan kami akan menempuh jalur hukum,” pungkasnya. @rakhman_k

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty