x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Pertarungan Pilgub Jateng 2013

Pengamat: Pasangan Ganjar Pranowo Masih Kalah Tenar dengan Bibit Waluyo

Kamis, 07 Maret 2013 23:41 WIB (1 year yang lalu)Editor:
Pengamat: Pasangan Ganjar Pranowo Masih Kalah Tenar dengan Bibit Waluyo - Pertarungan Pilgub Jateng 2013 - Pengamat ekonomi dan politik FX Sugianto

(Foto: Yuwana Irianto Lensa)Pengamat ekonomi dan politik FX Sugianto

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Pasangan Bibit Waluyo–Sudjiono, tingkat ketenarannya masih tinggi dibandingkan pasangan Ganjar Pranowo–Heru dan Hadi Prabowo–Don murdono dalam Pilgub Jateng 2013. Hal ini dikatakan pengamat ekonom dan politik Universitas Diponegoro Semarang, FX Sugiyanto.

Mengunakan asumsi teori choise publik (pemilih publik) pemilih mengunakan rasionalisme, kelompok pemilih dengan melihat calon figur dan kelompok pemilih ini adalah kelompok terdidik (educated) sedangkan kelompok fanatisme idiologi dengan melihat partai pengusung dan kelompok pemilih yang tidak mengetahui calon figur kelompok pemilih ini memilih karena ada intensif.

Baca juga: Buntut Ganjar tangkap basah suap, separuh jembatan timbang ditutup dan Ganjar Pranowo, buru aktor intelektual pembobol Bank Jateng

“Diantara tiga kelompok pemilih ini, kelompok terdidik ini pemilih melihat calon figur, melihat siapa orangnya,” ucapnya.

Sedangkan kelompok pemilih fanatisme idiologi akan melihat siapa pengusung (partai) bisa juga siapa calon figur.

Elektabilitas Bibit Waluyo yang diusung tiga partai belum tentu tidak terpilih karena Parpol. “Kalau pemilih memilih bibit, belum tentu melihat partainya namun figurnya,” tambahnya.

Tiga calon Gubernur yang dikenal publik saat ini Bibit waluyo, ini kategori dikenal karena Bibit sering masuk media TV koran. Tambah Sugiyanto, apabila Rustriningsing bisa masuk mungkin akan imbang tingkat ketenaranya.

“Prediksi saya keuntungan ada pada Pak Bibit pada ketenaran publik dibadingakan calon lain, tapi bukan berarti prestasinya Pak Bibit,” tegasnya.

Lanjut Sugianto, melihat figur Hadi P hanya dikenal di Birokrasi, dibawah belum tentu. Biarkan Hadi dikenal kan oleh partai pengusungnya belum tentu kenal Hadi. Sedangkan PDIP merupakan instrumen mesin partai yang solid, namun harus mengenalkan Ganjar Pranowo-Heru Sujatmiko lebih dekat, karena tingkat grassroot Ganjar lebih dikenal di pusat, Kabupaten Karanganyar, dan Purbalingga saja,” terang dia.

Siatuasi tersebut akan berubah bilamana Rustriningsih memberikan dukungan kepada salah satu calon. Pasalnya, Rustriningsih memiliki popularitas tinggi pada grassroot kalangan bawah, serta pendukung Rustri akan “galau” bila tidak menyatakan dukungan.

“Popularitas pak Bibit akan berubah drastis, bila Rustriningsih menyatakan dukungan kepada salah satu calon. Karena dia cukup dikenal oleh masyarakat Jateng,” pungkas dia.@yuwana irianto

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty