x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Ratusan Hektar Tanaman Padi Terancam Puso

Penyakit Potong Leher Mewabah di Madiun

Kamis, 07 Maret 2013 10:27 WIB (1 year yang lalu)Editor:
Penyakit Potong Leher Mewabah di Madiun - Ratusan Hektar Tanaman Padi Terancam Puso - Petani di Kabupaten Madiun menunjukkan padi yang terserang hama potong leher

(Foto: Arso-LICOM)Petani di Kabupaten Madiun menunjukkan padi yang terserang hama potong leher

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESA.COM: Ratusan hektar tanaman padi milik petani dibeberapa di lima kecamatan di wilayah Kabupaten Madiun terserang hama. Akibatnya petani pun terancam gagal panen.

Wilayah yang terserang itu diantaranya Kecamatan Wonoasri, Kare, Dolopo, Wungu dan Geger. Serangan hama cukup bervariasi mulai serangan hama wereng Potong leher dan hama wereng santomonas.

Kasan, petani asal Kecamatan Wonoasri terpaksa memanen padinya lebih awal karena tak ingin rugi besar.

“Tanaman padi saya baru berusia dua bulan tapi saya panen. Umumnya tanaman padi baru dipanen ketika berusia tiga bulan,” ungkapnya, Rabu (06/03/2012).

Akibatnya, hasil panenan pun menurun. Biasanya, ia sekali panen mendapatkan 2,5 ton padi basah. Tapi, kali ini hanya menghasilkan 1 ton saja.

Disamping hasil yang surut, harganya pun turun drastis. Dari semula berkisar antara Rp 3.800-Rp 4.000 per kilogram padi basah, kini hanya mendapat harga Rp 3.100-Rp 3.200 per kilogram.

Menurut Kasan, tanaman padi yang terserang hama, pada batang terlihat hijau, tapi pada leher mulai ada bercak kecoklatan yang lama kelamaan akan membusuk. Leher mulai patah dan bulir padi menjadi hampa (gabug).

Hal ini bila tidak segera diatasi bisa menyebabkan hasil panen turun hingga 50% atau bahkan bisa gagal panen (puso). Hama potong leher atau blast disebabkan oleh jamur Pyricularia Grisea.

“Penyakit tanaman ini sangat cepat menular bila kelembaban tinggi dan ada tiupan angin kencang, dalam 6-10 jam spora akan menginfeksi jaringan tanaman,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Madiun Moch Nadjib mengungkapkan, dari hasil pengamatan dinas, penyebaran hama ini lebih disebabkan faktor cuaca ekstrem selama beberapa bulan terakhir. Juga belum tertatannya varietas serta faktor kelebihan pupuk kimia.

“Dinas sudah melakukan upaya dengan menyiapkan sejumlah obat obatan. Selain itu juga pengamatan dilapangan, hasilnya, jumlah sebaran hama ini, masih tergolong kecil, yakni serangan hama hanya seluas 0,4 persen dibanding luas hamparan padi.

Sedangkan tanaman yang terancam hanya 4,5 hektar saja,” ujarnya lagi.@arso

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty






code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty