x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



Berdalih Antisipasi dari Serangan Bonekmania

Bawa Sajam saat Mendukung Tim Kesayangan, Suporter Aremania Diamankan Polisi

Jumat, 08 Maret 2013 21:24 WIB (1 year yang lalu)Editor:
Bawa Sajam saat Mendukung Tim Kesayangan, Suporter Aremania Diamankan Polisi - Berdalih Antisipasi dari Serangan Bonekmania - Suporter Aremania diamankan polisi beserta barang bukti sajam

(Foto: Rakhman Lensa)Suporter Aremania diamankan polisi beserta barang bukti sajam

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Mohalli (24), pendukung kesebelasan Arema Malang (Aremania) tertangkap membawa senjata tajam (sajam) saat berniat menonton kesebelasannya bertandang ke kandang Persegres Gresik, Kamis (7/3/2013) kemarin sore dalam lanjutan laga ISL.

Sedari rumah, rupanya dia sengaja menyiapkan Sajam untuk menjaga diri dari serangan suporter Bonek. Akibatnya, warga Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang itu tertangkap anggota Polsek Asemrowo Surabaya saat menggelar sweeping di dalam bus yang ditumpanginya dan rombongan di pintu tol Dupak 3 Surabaya.

Baca juga: Pentolan Bonekmania sambut gembira kunjungan Indah Kurnia dan Pemain Persebaya minggu besok diarak keliling

Rencananya, Mohalli dan rombongan akan kembali lagi ke Malang melalui jalur tol Gresik-Sidoarjo. Dalam sweeping itu, di dalam tas Mohalli ditemukan senjata tajam jenis pisau bertuliskan “Baton Sword” yang bergagang besi, terbungkus selongsong pipa warna hitam sepanjang 35 centimeter.

“Pisau ini untuk jaga-jaga jika ada serangan dari suporter Bonek,” katanya di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jumat (8/3/2013).

Kanit Reskrim Polsek Asemrowo Surabaya, AKP Naf’an mengatakan, yang dilakukan Aremania ini tidak layak ditiru oleh suporter lain. “Ini jelas melanggar hukum, dia kami jerat dengan UU Darurat No 12 tahun 1951, dengan ancaman 10 tahun penjara,” jelasnya.

Sweeping yang dilakukan polisi kemarin terkait ancaman penghadangan oleh suporter bonek kepada suporter Aremania yang melintas di akses tol Surabaya. Siang hari kemarin saat rombongan Aremania berangkat ke Gresik, bentrok sempat meletus di sejumlah titik akses tol dari Sidoarjo-Gresik. Malam harinya, saat rombongan Aremania pulang, ratusan Bonek sudah menunggu di akses tol kawasan Banyu Urip Surabaya.

Polisi yang menghadang sempat terlibat bentrok dengan Bonek. Bahkan polisi harus membubarkan mereka dengan gas air mata.

Tidak hanya di akses tol, para bonek yang tidak puas dikabarkan juga melakukan sweeping di tengah kota dini hari tadi. Sementara, rombongan Aremania sudah dipulangkan melalui jalur khusus untuk menghindari bentrok dengan kelompok bonek. @rakhman_k




code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty