x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Mendadak Tanpa Sosialisasi

Tarif KA Matarmaja Naik 110 Persen, Penumpang Mengeluh

Senin, 11 Maret 2013 14:38 WIB (1 year yang lalu)Editor:
Tarif KA Matarmaja Naik 110 Persen, Penumpang Mengeluh - Mendadak Tanpa Sosialisasi - Loket Stasiun KA Malang Kotabaru

(Foto: Aji Dewa Roisky-LICOM)Loket Stasiun KA Malang Kotabaru

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Tarif tiket Kereta Api (KA) Matarmaja julursan Malang-Jakarta (Pasar Senen) naik lebih dari 110 persen. Kenaikan tarif tersebut sudah pasti dikeluhkan para penumpang yang terbiasa menggunakan jasa angkutan milik negara tersebut.

Rendy, penumpang asal Kota Malang mengaku heran dengan adanya kenaikan itu. Alasannya, kenaikan tarif tidak hanya 10 hingga 20 persen. Namun, lebih dari 100 persen.

“Tarif awal hanyaRp 51 ribu. Sekarang naik menjadi Rp 130 ribu,” kesalnya yang diamini beberapa penumpang lainnya di Stasiun Kotabaru, Malang, Senin (11/3/2013).

Dia mengakui bila fasilitas KA ekonomi itu kini lumayan bagus. Sebab, sudah dilengkapi dengan Air Condition ((AC). Meski begitu, dia merasa sangat memberatkan penumpang. Alasannya, kenaikan harga tiket itu sangat drastis, tanpa ada sosialisasi terlebih dahulu.

Hal senada juga diungkapkan Rina. Menurut dia, harga tiket yang naik lebih dari 100 persen itu diketahui justru ketika di depan loket penjualan karcis.

“Sedangkan alasan kenaikan tarif tersebut tidak dijelaskan, kenapa,” tandasnya.

Makanya, penumpang berharap kenaikan tarif tersebut tidak diberlakukan sebelum disosialisasikan. Mereka juga meminta jika memang harus naik, tidak sampai 100 persen lebih. Sebab, KA Matarmaja bagi mereka merupakan angkutan massal milik negara yang seharusnya memang ekonomis. Tidak mementingkan profit.

Sementara itu, Humas PT KAI Daops 8, Sumarsono tidak membantah bila tarif KA Matarmaja naik. Menurut dia, kenaikan itu karena beberapa faktor. Di antaranya dia sebutkan seperti pelayanan yang dikatakan baik dan menggunakan AC.

Alasan lainnya, kata dia, terkait dengan masalah subsidi. “Subsidi sampai saat ini belum turun. Makanya, kami berlakukan dengan tarif asli, tanpa subsidi dari pemerintah. Jadi, kami terpaksa melakukan kenaikan tarif itu,” jelasnya sembari menyebutkan bila kenaikan tarif menjadi Rp 130 ribu itu merupakan tarif batas bawah. Sedangkan tarif batas atas sekitar Rp 300 ribu.@aji dewa roisky

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty






code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty