x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Beroperasi Tanpa Izin dan Dibekingi Aparat Kepolisian

Warga Purworejo Pacitan Blokade Akses Tambang Ilegal

Senin, 11 Maret 2013 15:50 WIB (1 year yang lalu)Editor:
Warga Purworejo Pacitan Blokade Akses Tambang Ilegal - Beroperasi Tanpa Izin dan Dibekingi Aparat Kepolisian - Warga bersitegang dengan oknum kepolisian yang menghalang-halangi aksi blokade akses tambang pasir ilegal

(Foto: Rachma-LICOM)Warga bersitegang dengan oknum kepolisian yang menghalang-halangi aksi blokade akses tambang pasir ilegal

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Kesal dengan aktivitas penambangan ilegal yang merusakkan beberapa infrastruktur, sekitar 50 orang warga Desa Purworejo, Kabupateb Pacitan, Jawa Timur mengamuk.

Warga yang marah langsung menutup akses masuk jalan ke penambangan pasir ilegal di sepanjang aliran sungai grindulu tersebut. Mereka menutup jalan dengan batu-batu besar dan kayu. Bukan itu saja, warga juga memblokade jalan supaya truk bermuatan besar tidak bisa berlalu-lalang.

“Sudah hampir dua bulan ini penambangan liar ini beroperasi di wilayah kami,” kata Sunarto, warga setempat, Senin, (11/03/2013).

Dia mengungkapkan, penambangan itu sama sekali belum mengantongi ijin. Akibat adanya penambangan ilegal tersebut, lahan milik warga banyak yang tergerus amblas, plengsengan penahan arus sungai ambrol, dan sumur warga mengering. “Bukan itu saja. Jalan desa kami putus, kini hanya menyisakan 2 meter saja. Beberapa tiang listrik di ruas jalan dusun demeling dan dusun banjarsari nyaris roboh,” ungkpanya.

Sebenarnya, warga pernah mencoba menghentikan penambangan ilegal. Namun kesulitan karena tambang pasir ilegal tersebut diduga dibackingi salah seorang oknum kepolisian.

Benar saja, selang 7 menit kemudian beberapa oknum kepolisian mendekati kumpulan warga. Beberapa warga bersitegang dengan salah seorang anggota kepolisian yang diketahui bernama Agus. Beberapa polisi lain coba melerai. Agus yang diduga membantu operasi penambangan pasir ilegal tersebut tampak diam menahan amarah. Terdengar suara sedikit berbisik.

“Sudah..sudah. Jangan pakai emosi. Kalau Pak Agus ikut-ikutan ya mohon dipanggil Pak Agus nya saja. Status polisi jangan dibawa-bawa.”

Rupanya, amarah warga tak berhenti di situ. Dengan menggunakan sabit, warga merobohkan tempat berteduh para pekerja. “Kepala desa pasti juga terlibat. Tidak mungkin penambangan pasir ini beroperasi tanpa seijin desa. Apalagi penambangan ini tidak punya ijin,” ungkap warga lain, Sukarno.

Ditambahkan Sukarno, kepala desa pernah mengatakan pada warga jika penambangan ini terus beroperasi, maka pemilik tambang akan menyetor sejumlah uang bagi kas karang taruna dan guna pembangunan masjid desa.  ”Tapi sampai jalan dan lahan kami amblas, janji itu tidak pernah terpenuhi,” tandasnya.

Kepala Desa Purworejo Sugijanto menolak pihaknya turut campur “melegalkan” penambangan pasir itu. “Saya sudah kumpulkan warga waktu itu. Kita sudah melakukan musyawarah. Warga setuju kok,” bebernya. Namun pengakuan Sugijanto disangkal warga.

Menurut penuturan warga, kala itu hanya warga dusun Krajan saja yang diajak berembug.

Akhirnya, untuk menetralisir kemarahan warga, Sulijanto berjanji akan menutup total penambangan pasir itu.@rachma

 

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty






code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty