x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



Pekerjakan Purel Belia untuk Temani Tamu

Empat Pengelola Karaoke `G-Jack` Diciduk PPA Polrestabes Surabaya

Selasa, 12 Maret 2013 13:38 WIB (1 year yang lalu)Editor:
Empat Pengelola Karaoke `G-Jack` Diciduk PPA Polrestabes Surabaya - Pekerjakan Purel Belia untuk Temani Tamu - Keempat pelaku pengelola G-Jack yang diamankan polisi

(Foto: rakhman)Keempat pelaku pengelola G-Jack yang diamankan polisi

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Empat pengelola karaoke G-Jack di Jl Raya Moroseneng diringkus Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya. Masing-masing Liaw Sugiarto (59) asal Klakah Rejo Surabaya, Susanti atau Yessy (27) warga Pagesangan Surabaya, Siti Chodijah alias Maya (35) warga Klakah Rejo Surabaya serta Nurul Yati alias Nunuk (50) warga Wonorejo Surabaya.

“Mereka kami tangkap lantaran terbukti memperdagangkan anak dibawah umur untuk menjadi pendamping pengunjung karaoke,” tutur Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKP Suratmi, Selasa (12/3/2013).

Baca juga: Terhimpit ekonomi, ibu muda paksa tiga anaknya ngamen dan Tonny Sumampouw mangkir panggilan Polrestabes Surabaya

Dijelaskannya, keempat tersangka memperkerjakan N (16) asal Surabaya dan TN (17) asal Jombang sebagai purel di karaokenya dengan iming-iming sejumlah uang hanya dengan menemani pengunjung cafe minum minuman keras. ”Tanpa meminta identitas kedua korban, para tersangka langsung memperkerjakan keduanya dengan jam kerja mulai pukul 19.00 hingga 02.00 sejak Januari-Maret 2013 ini,” tambah Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya, Kompol Suparti.

Suparti menambahkan, kasus perdagangan anak dibawah umur ini dapat diungkap usai adanya laporan warga sekitar. “Usai kami pantau dan benar, cafe tersebut memperkerjakan anak-anak usia sekolah sebagai purel dan kami lakukan penangkapan,” tandasnya.

Akibat kelakuannya, para tersangka dijerat dengan pasal 2 Jo. 17 UU RI no. 27 tentang tindak pidana perdagangan orang dan pasal 88 UU RI no. 23 tahun 2002 tebtang perlindungan anak. @rakhman_k




code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty