x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Dugaan Korupsi Uang Jemaat Makin Tak Jelas

Pengirim Somasi Gereja Bethany ‘Keder’ Setelah Dilaporkan ke Polisi

Selasa, 12 Maret 2013 13:12 WIB (1 year yang lalu)Editor:
Pengirim Somasi Gereja Bethany ‘Keder’ Setelah Dilaporkan ke Polisi - Dugaan Korupsi Uang Jemaat Makin Tak Jelas - George Handiwiyanto

(Foto: ist)George Handiwiyanto

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Usai layangkan somasi kepada Pendeta Abraham Alex Tanuseputra, selaku Ketua Umum Majelis Pekerja Sinode Periode 2003-2007 untuk segera mempertanggung jawabkan kegiatan gereja, keuangan, inventaris dan aset Gereja Bethany Indonesia, Jl Nginden Intan Timur Surabaya, George Handiwiyanto selaku pengirim somasi mulai ‘keder’ dengan langkah hukum pihak Bethany.

Bahkan, pengacara yang berkantor di Jl Seruni Surabaya ini pun telah dilaporkan balik ke Polda Jatim dengan tuduhan pencemaran nama baik oleh pihak Gereja Bethany Indonesia.

Baca juga: PN Surabaya sahkan Wawan Pristiwanto pemilik PT Nerita dan Jawa Timur waspadai rusuh, Polda kerahkan 14 ribu personel

Tak tanggung-tanggung, bukan hanya George Handiwiyanto saja yang dilaporkan. Dalam laporan yang bernomor LPB/174/II/2013/SPKT Polda Jatim tertanggal 19 Pebuari 2013 dengan pelapor Ridwan Gunawan, warga Jl Sutorejo Tengah, Mulyorejo, Surabaya itu, nama Richard Handiwiyanto, serta pendeta Leonard Limato juga turut dicantumkan karena dianggap mencemarkan nama baik.

Menanggapi hal diatas, George Handiwiyanto saat dihubungi LICOM hanya mengatakan akan mengikuti proses hukum dari laporan itu untuk membuktikan kebenaran persoalan ini. “Biar nanti aparat penegak hukum yang memproses semua untuk membuktikan kebenarannya. Saya akan mengikuti prosesnya saja,” tuturnya, Selasa (12/3/2013).

George pun tak bersedia menjawab, saat LICOM kembali mempertanyakan kapan pihaknya akan melaporkan dugaan adanya korupsi dalam pemanfaatan uang jemaat Gereja Bethany Indonesia, dalam laporan perdata dan pidana seperti ucapnya pada LICOM beberapa waktu lalu. “Saya masih akan ikuti proses laporan pencemaran nama baik dari mereka dulu, mas. Itu nanti saja,” tandasnya.

Sekedar diketahui, sebelumnya diberitakan George Handiwiyanto, SE, SH, MH mewakili jemaat Gereja Bethany Indonesia Jl Nginden Intan Timur Surabaya melayangkan somasi kepada Pendeta Abraham Alex Tanuseputra, selaku Ketua Umum Majelis Pekerja Sinode Periode 2003-2007, untuk segera mempertanggung jawabkan kegiatan gereja, keuangan, inventaris dan aset pada tanggal 16 Januari 2013 dengan nomor: 1508/Somasi/A/I/2013.

Tak hanya Abraham Alex Tanuseputra, somasi juga dilayangkan kepada pendeta David Aswin Tanuseputra yang tak lain adalah anak dari Alex tertanggal 16 Januari 2003, dengan nomor: 1509/Somasi/A/I/2013.

Ketua Hiperhu Surabaya ini juga merencanakan akan laporkan perkara ini menjadi perdata dan pidana. “Ya, rencananya, kami akan laporkan perkara ini menjadi perdata dan pidana. Sebab ada indikasi penggelapan dan pencucian uang,” tegas George saat itu.

Sedang dalam informasi yang digali LICOM, dugaan ini menyeruak di kalangan jemaat sejak 2007 dan sempat di mediasi oleh Kementrian Agama. Namun karena tak menemukan titik temu, maka dikeluarkanlah somasi untuk mencari kebenaran dan keadilan.

Apalagi, sejak dipilih dan dilantik sebagai Ketua Umum Majelis Pekerja Sinode Gereja Bethany Indonesia, 2003-2007. Muncul dugaan bahwa Abraham Alex mengambil keuntungan dari persepuluhan dan sumbangan jemaat. Dugaan tersebut semakin menguat saat Pendeta Abraham Alex yang tak mau memberikan laporan pertanggung jawaban atas penggunaan dana sumbangan tersebut di akhir kepemimpinannya, terpilih lagi sebagai Ketua Umum Majelis Pekerja Sinode Gereja Bethany Indonesia. @rakhman_k

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty