x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


`Takut` dengan Ormas

Satpol PP Surabaya Tak Punya Nyali Bongkar Reklame `Bodong`

Selasa, 12 Maret 2013 15:29 WIB (1 year yang lalu)Editor:
Satpol PP Surabaya Tak Punya Nyali Bongkar Reklame `Bodong` - `Takut` dengan Ormas - Suasana di lokasi saat Satpol PP gagal membongkar reklame tak berijin

(Foto: ist)Suasana di lokasi saat Satpol PP gagal membongkar reklame tak berijin

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Nyali dan ketegasan Satpol PP Surabaya dalam menertibkan reklame kembali dipertanyakan. Jika sebelumnya penegak perda ini sangat menggebu ingin menutup reklame Bank CIMB Niaga di Jl Tunjungan dengan banner putih karena gagal dibongkar, namun belakangan reklame `bodong` yang dimaksud masih berdiri kokoh seperti semula dan tak mendapat tindakan.

“Kita akan menunggu proses yang perijinan yang diajukan pemilik reklame. Kita hanya pelaksana eksekusi, kewenangan perijinan ada di Tim Reklame Pemkot. Tentunya kita akan pertimbangkan jika ada itikad untuk mengurus ijin dari pemilik,” ungkap Kasatpol PP Irvan Widyanto menutupi ketidak beraniannya melakukan pembongkaran.

Baca juga: Ormas Pemuda Pancasila serbu KPU Surabaya saat rekapitulasi suara dan Galaxy Pool & Karaoke resmi tutup sampai batas tak ditentukan

Diketahui, proses eksekusi pembongkaran reklame di Jl Tunjungan gagal dilakukan Satpol PP Surabaya, Sabtu (9/3/2013) dinihari lalu. Pasalnya, sejumlah massa dari ormas Pemuda Pancasila (PP) melakukan penyerangan terhadap petugas.

Setelah dilakukan dialog dengan kawalan puluhan petugas gabungan, akhirnya disepakati tidak membongkar dan hanya menutup reklame dengan banner putih. Namun, kini reklame tersebut masih dibiarkan tanpa penutup dan tak tersentuh penertiban.

Sementara itu, kasus reklame Jl Tunjungan yang gagal dieksekusi oleh Satpol PP Surabaya karena mendapat perlawanan dari ormas Pemuda Pancasila, ternyata berkembang menjadi perselisihan dua perusahaan reklame.

Pasalnya, PT Kharisma Karya Lestari sebagai pemilik reklame saat ini menolak jika dianggap bermasalah soal perijinan reklame berukuran 20 x 10 meter itu. Bahkan, melalui kuasa hukumnya, PT Kharisma protes terkait limpahan tunggakan pajak Rp 1,4 miliar dari pemilik reklame terdahulu PT Warna Warni.

Namun, tuduhan ini dibantah oleh pihak PT Warna Warni yang mengatakan tidak tahu-menahu terkait tunggakan pajak tersebut. “Mana mungkin pajak bisa dilimpahkan begitu. Yang kita tahu, pemkot tidak mengijinkan PT Warna Warni memperpanjang reklame itu padahal kontraknya kurang satu tahun,” ungkap Public Relation (PR) PT Warna Warni, Dinaraiyah Alhadar melaui pesan BBM. @iwan_christiono

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty