x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



Sore Hari Dimanfaatkan untuk Kongkow

Jembatan Soge Dongkrak Perekonomian Warga Pacitan

Rabu, 13 Maret 2013 16:03 WIB (1 year yang lalu)Editor:
Jembatan Soge Dongkrak Perekonomian Warga Pacitan - Sore Hari Dimanfaatkan untuk Kongkow - Nampak warga setempat memanfaatkan jembatan Soge untuk kongkow di sore hari

(Foto: rakhma)Nampak warga setempat memanfaatkan jembatan Soge untuk kongkow di sore hari

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Jembatan Soge kini mulai akrab di telinga kaum muda Pacitan. Jembatan yang berada di Desa Tawang, Kecamatan Sidomulyo, Pacitan yang dilalui Jalan Lintas Selatan (JLS) seolah berubah menjadi tujuan wisata baru.

“Sejak JLS tersambung antara wilayah Kebonagung-Sudimoro, akses jalan ke Sudimoro menjadi lebih mudah,” kata salah seorang warga setempat, Andri, Rabu, (13/03/2013).

Baca juga: Tanah ambles, sembilan rumah di Arjosari rusak dan Mantan personil Smash siap jadi Wakil Bupati Pacitan

Dia menambahkan ada selisih 45 menit jika melewati Kebonagung daripada lewat Mentoro. Namun bila sore hari¬†biasanya tampak belasan anak muda nongkrong di jembatan tersebut. “Ada yang foto-foto, ngobrol. Ada juga yang berduaan,” terangnya.

Selesainya jalan lintas selatan di wilayah itu turut membuka satu lagi wisata pantai di kota 1001 goa. “Pantai Tawang sekarang jauh lebih ramai pasca kelarnya pembangunan JLS. Akibatnya perekonomian warga setempat mulai merangkak naik,” tandasnya.

Sementara itu, rampungnya Jalur Lintas Selatan dinilai tidak berguna bagi jasa angkutan barang. “Kalau angkutan barang malah lebih aman melewati jalan yang lama (wilayah Mentoro),” kata salah seorang pengusaha, Harto. Tanjakan JLS yang terlalu tinggi dianggap sangat berbahaya untuk angkutan barang. “Meskipun waktunya lebih lama melewati jalan lama, namun barang yang kita angkut kan lebih aman,” bebernya.

Hal ini bukannya tanpa alasan. Sebab, sudah banyak pengguna jalan yang terjatuh dan tidak sedikit pula terjadi kecelakaan di wilayah Desa Gayam, Kecamatan Kebonagung tersebut. “Pengemudi dari arah Ngadirojo memang musti lebih hati-hati pas melewati turunan yang menikung di Desa Gayam. Disana kerap makan korban,”¬†pungkasnya. @rachma




code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty