x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Untung Nyawanya Masih Terselamatkan

Rebutan Lahan Parkir, Gelandangan Aniaya Jukir dengan Celurit

Rabu, 13 Maret 2013 23:34 WIB (1 year yang lalu)Editor:
Rebutan Lahan Parkir, Gelandangan Aniaya Jukir dengan Celurit - Untung Nyawanya Masih Terselamatkan - Tersangka penganiayaan (kiri) bersama petugas menunjukkan barang bukti

(Foto: Rakhman Lensa)Tersangka penganiayaan (kiri) bersama petugas menunjukkan barang bukti

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Berebut lahan parkir, seorang gelandangan atau dikenal dengan istilah Tempat Tinggal Tidak Tetap (T4) memukul kepala tukang parkir dengan celurit.

Adalah Sugiasha (46), bapak tiga anak dan pernah tinggal di Jalan Pakis II Surabaya ini akhirnya ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penganiayaan berat oleh Polsek Wonokromo.

Baca juga: Warga Graha Family hajar kepala pacar mantan istri dengan palu dan Tan Fang May, majikan penganiaya pembantu ajukan PK

Kapolsek Wonokromo, Kompol Indra Mardiana, Rabu (13/3/2013) menjelaskan. Penganiayaan itu terjadi Selasa (5/3). Korban bernama Usman Effendy (59) warga Wisma Sidojangkung Indah P-26, Menganti, Gresik.

Dalam pemeriksaan, tersangka mengaku ia sudah lama tinggal di kawasan Kembang Kuning Surabaya. Namun saat melihat korban menguasai Jalan Kembang Kuning dengan menarik parkir kepada siapa saja yang memarkirkan kendaraannya di sepanjang jalan itu, timbul keinginan tersangka untuk merebut lahan parkir tersebut.

“Ngiri dengan korban, tersangka kemudian memberanikan diri menarik parkir di Jalan Kembang Kuning Surabaya kepada para pembeli bunga di perempatan Jalan Kembang Kuning,” terang Indra.

Rupanya, apa yang dilakukan tersangka itu ternyata dilihat korban. Tidak ingin lahan parkirnya berpindah kepemilikan, korban kemudian mendatangi tersangka dan menghardiknya. Hardikan korban inilah yang memicu amarah tersangka karena dianggap terlalu kasar.

“Tak terima dengan omelan korban, tersangka kemudian menghampiri temannya dan meminjam clurit. Begitu mendapatkan clurit, tersangka kemudian mendatangi korban yang sedang asyik mengatur parkir kemudian memukulkan clurit yang dibawanya ke kepala korban,” tambah Indra.

Untung saja yang dipukulkan itu bagian clurit yang tumpul sehingga nyawa korban masih terselamatkan oleh beberapa anggota reskrim Polsek Wonokromo yang sedang berjaga-jaga di sebuah warung kemudian mendatangi arah teriakan. Beberapa warga yang lain langsung membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Atas tindakannya itu, tersangka dijerat pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 5 tahun penjara. Guna proses hukum lebih lanjut, tersangka kini sudah mendekam di tahanan Mapolsek Wonokromo. @rakhman_k

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty