x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Menyusul Lonjakan Harga Bawang

Pengusaha Kafe dan Restoran Berencana Naikkan Harga Jual Produknya

Kamis, 14 Maret 2013 16:15 WIB (1 year yang lalu)Editor:
Pengusaha Kafe dan Restoran Berencana Naikkan Harga Jual Produknya - Menyusul Lonjakan Harga Bawang - Harga makanan di kafe dan restoran segera menyusul naik setelah harga bawang dan bumbu lebih dulu naik

(Foto: ist)Harga makanan di kafe dan restoran segera menyusul naik setelah harga bawang dan bumbu lebih dulu naik

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM : Pengusaha kafe dan restoran berencana akan turut serta menaikkan harga jual produknya. Itu dilakukan menyusul adanya kenaikan harga gas serta bawang putih dan bumbu-bumbu lainnya di Jawa Timur. Hal ini dikatakan Tjahjo Haryono Ketua Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) Jatim.

Menurutnya, pengusaha kafe dan restoran harus kembali melakukan penyesuaian harga setelah persoalan Upah Minimum Sektoral. “Kini mereka harus menyesuaikan lagi harga dengan naiknya harga gas dan bawang putih yang harganya melonjak,” kata Tjahjo Haryono Kamis (14/3/2013).

Baca juga: Pengamat: ada udang dibalik batu dibalik mundurnya Gita Wirjawan dan Pemerintah jangan terus-terusan bikin 'perut gendut' mafia impor, deh!

Dia menambahkan bahwa pengusaha kafe restoran tidak dapat serta merta menaikkan harga meski hal itu harus dilakukan agar bisa bertahan. “Memang persoalan gas bagi pengusaha cukup memberatkan apalagi kebutuhan gas di mall dan pengusaha sudah dibebani kenaikan harga dan service charge,” tegasnya.

Sekedar diketahui meski sudah menaikkan harga di kisaran 10% hingga 15% pada bulan Februari lalu, ditambah cost yang dikeluarkan dengan naiknya harga daging, pihak pengusaha kafe dan restoran akan membicarakan kisaran kenaikan yang pas terhadap beberapa komoditi makanan.

“Naiknya harga kebutuhan dapur menjadi pilihan sulit bagi pengusaha kafe restaurant selain itu juga karena akan menaikkan biaya produksi, kondisi saat ini sangat serba sulit, belum lagi dengan peraturan pemerintah yang melarang 13 produk masuk ke Indonesia, misalnya saja kentang dan wortel,” pungkasnya.¬†@dhimasprasaja

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty