x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Terkait Adanya Temuan Dugaan Kecurangan

Rieke-Teten Sidang Perdana Gugatan Pilgub Jabar di MK

Senin, 18 Maret 2013 11:37 WIB (1 year yang lalu)Editor:
Rieke-Teten Sidang Perdana Gugatan Pilgub Jabar di MK - Terkait Adanya Temuan Dugaan Kecurangan - Pasangan Rieke-Teten menggugat hasil Pilgub Jabar di MK

(Foto: istimewa)Pasangan Rieke-Teten menggugat hasil Pilgub Jabar di MK

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur No. 5 Pilgub Jabar, Rieke Dyah Pitaloka dan Teten Masduki, Senin (18/03/2013) hari ini, melakukan sidang perdana terkait kecurangan Pemilukada Jabar.

Paten (Pitaloka-Teten) akan menghadiri sidang di Mahkamah Konstitusi pada pukul 10.30 WIB. Dengan nomor perkara 20/PHPU.D-XI/2013, Rieke-Teten beserta timses akan menyampaikan segala kecurangan yang terjadi selama Pemilukada Jabar berlangsung.

Baca juga: Kabinet Jokowi bakal diisi orang bukan dari kalangan terbaik? dan Hanura resmi berkoalisi dengan PDIP dalam Pilpres 2014

Berdasarkan informasi yang diberikan oleh Rieke, ada dua alasan dirinya melapor ke MK. Pertama adalah instruksi Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, berdasarkan laporan dan pertimbangan tim hukum dan advokasi tim
pemenangan Rieke-Teten.

Faktor kedua adalah permintaan dan dorongan masyarakat Jabar yang mendukung Rieke-Teten dalam menanggapi berbagai kejanggalan dalam Pilkada Jabar 2013.

“Bagi saya, ini bukan perkara menang atau kalah. Ini adalah sebentuk perjuangan untuk mengakhiri politik transaksional dan sebagai langkah mendorong proses demokrasi yang beradab, tak halalkan segala cara,” ujar Rieke, kepada LICOM.

Menurut Rieke, dia tidak ingin mengecewakan rakyat yang telah berjuang dengan tulus untuk lahirnya Jabar Baru dan Bersih. Rieke meyakini bahwa Jawa Barat adalah barometer politik nasional.

“Sudah saatnya rakyat mengakhiri sikap permisif terhadap sikap pragmatis dalam politik. Proses demokrasi dalam Pilkada maupun Pemilu yang transaksional hanya akan melahirkan pemimpin dan pemerintahan yang transaksional. Politik uang dalam proses demokrasi hanya akan melahirkan korupsi yg tiada akhir.”@andrian

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty



Editor: +Rizal Hasan

RIZAL HASAN has been a reporter for more than 12 years, now he as…

Facebook Twitter Google+ Index Berita 



code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty