x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



Seorang Siswa Dapat Bantuan Rp 1,2 Juta per Tahun

Gubernur Jabar siapkan Rp 1,5 Triliun untuk program sekolah gratis

Sabtu, 23 Maret 2013 05:06 WIB (1 year yang lalu)Editor:
Gubernur Jabar siapkan Rp 1,5 Triliun untuk program sekolah gratis - Seorang Siswa Dapat Bantuan Rp 1,2 Juta per Tahun - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan siapkan dana siswa gratis.

(Foto: ist.)Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan siapkan dana siswa gratis.

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Pemprov Jabar mulai tahun ajaran 2013 ini sampai lima tahun ke depan  mencanangkan pendidikan gratis sampai tingkat SMA/SMK. Pencanangan wajib belajar 12 tahun ini sangat positif, sehingga ke depan di Jabar tidak ada lagi anak usia sekolah yang putus gara-gara  tidak ada biaya.

Gubernur Ahmad Heryawan –baru terpilih lewat partai pengusung PKS dan Hanura–  mengakui, Juli  nanti, pemerintahannya memiliki program dana bantuan bagi siswa SMA, SMK, dan Aliyah, total anggaran Rp 1,5 triliun. “Ini berasal dari APBD Jabar dan APBN,” jelasnya.

Baca juga: Komisi-A DPRD Jabar galau ribuan warga belum didaftar ikut nyoblos dan DPRD Jabar desak segera tuntaskan soal kekosongan Direksi BJB

Lebih lanjut, ia menjelaskan masing-masing siswa di Jawa Barat akan dapat dana Rp 1,2 juta/tahun. Dana itu akan digunakan membiayai iuran sekolah.

“Saya rasa dana tersebut cukup untuk membiaya iuran sekolah. Apalagi, biaya untuk sekolah di daerah biasanya lebih murah,” ungkapnya.

Terkait program itu, dijelaskannya, merupakan bagian dari upaya pemerintahannya dalam perluasan jangkauan layanan sekolah menengah universal 12 tahun. Ini sesuai komitmen pemerintah untuk memperluas kesempatan bersekolah minimal hingga setingkat SMA.

Dana bantuan tersebut, lanjutnya, berbentuk seperti Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Nantinya, dana akan disalurkan ke rekening masing – masing sekolah.

“Mekanismenya seperti BOS langsung ke sekolah sehingga siswa tidak memikirkan soal iuran lagi,” ucapnya.

Dana pembangunan kelas baru itu, menurut dia, berasal dari APBD dan Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan yang berada di Jabar. Pembangunan ruang kelas juga terfokus kepada sekolah – sekolah yang berada di daerah – daerah terpencil. “Kami berharap anak – anak Jabar, supaya cerdas dan terdidik. Itu sudah menjadi keinginan kita bersama” papar Heryawan. @husein




code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty