Jelang Komunitas ASEAN 2015, Kemlu-UI luncurkan Pusat Studi ASEAN

LENSAINDONESIA.COM: Kemlu bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Indonesia (UI) meluncurkan Pusat Studi ASEAN (ASEAN Study Center) di Depok, Jumat (22/03/13).

Direktur Informasi dan Media Kemlu PLE Priatna mengharap, pusat studi ini dapat menjadi bagian dari penyelenggaraan sosialisasi dan outreach pembentukan Komunitas ASEAN 2015.

Pusat studi ini dibentuk melalui penandatanganan Nota Kesepakatan mengenai Pendidikan, Penelitian/Kajian Ilmiah, dan Pengabdian Masyarakat antara Dirjen Kerjasama ASEAN Kemlu, Duta Besar I Gusti Agung Wesaka Puja dan Eksekutif Direktur Pusat Studi ASEAN, Edy Prasetyono, Ph.D.

Priatna menuturkan, Pusat Studi ASEAN di UI merupakan institusi ketiga yang dibentuk atas kerjasama Kemlu dan lembaga universitas di Indonesia.

“Kemlu merencanakan untuk membentuk delapan Pusat Studi ASEAN di tahun 2013 ini,” tambahnya.

Menyertai peluncuran pusat studi tersebut, Kemlu dan UI menggelar Launching Seminar Pusat Studi bertema “Kesiapan Indonesia Menyongsong Komunitas ASEAN 2015”. Seminar tersebut bertujuan mempersiapkan masyarakat Indonesia untuk menyongsong terbentuknya Komunitas ASEAN 2015.

Berbicara pada seminar itu, Dirjen Kerjasama ASEAN Kemlu, Dubes I Gusti Agung Wesaka Puja yang menyorot mengenai peningkatan daya saing Indonesia dalam Komunitas ASEAN 2015.

“Kita tidak boleh jadi the loser, kita harus menjadi the winner,” ujarnya.

Komunitas ASEAN 2015 berfokus pada tiga pilar, yaitu komunitas keamanan, ekonomi dan sosial Budaya. Pembentukan Komunitas ASEAN 2015 merupakan suatu keniscayaan dan tidak bisa dihindari lagi.

Mengenai kekhawatiran akan penyerbuan pasar tenaga kerja Indonesia dengan penyelanggaraan Komunitas ASEAN, Dirjen Kerjasama ASEAN menyatakan bahwa, Indonesia tidak lagi memiliki waktu untuk menjadi defensif, tapi bagaimana agar bisa jadi ofensif.

Indonesia, sebagai bangsa yang besar, merupakan sosok pemimpin di kawasan ASEAN. Saat ini Indonesia menduduki peringkat ke-16 ekonomi terbesar di dunia dan memiliki banyak peluang dengan market di luar negeri.

Dirjen Kerjasama ASEAN mengharapkan bahwa pembentukan Pusat Studi ASEAN akan menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas dan dapat bersaing dengan tenaga kerja dari luar negeri.

Selain Dirjen Kerjasama ASEAN, Duta Besar I Gusti Agung Wesaka Puja, pembicara lain dalam seminar tersebut yaitu Eksekutif Direktur Pusat Studi ASEAN, Edy Prasetyono, Ph.D., dan Kepala Departemen Hubungan Internasional, Evi Fitriani. Sedangkan peran moderator dipengang oleh Kepala Kerjasama Asia Timur, Pusat Studi ASEAN, Makmur Keliat.

Hadir dalam acara ini Sesditjen Kerjasama ASEAN, Kemlu RI, Rahmat Pramono; Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia, Prof. Dr. Bambang Shergi Laksmono; Asisten Deputi II Koordinasi Kerjasama ASEAN, Kemenkopolhukam RI, Dupito Simamora; Direktur Informasi dan Media, Kemlu, PLE Priatna; Direktur Sesparlu, Kemlu RI, Dr. Pribadi Sutiono; mantan Deputi Sekjen ASEAN, Dubes Bagas Hapsoro; perwakilan dari berbagai kedutaan asing di Jakarta; perwakilan Think Tank; dan akademisi dari berbagai universitas di Jakarta.@fasmedkemlu