Populasi Harimau Jawa dikabarkan masih tersisa di hutan Trenggalek

LENSAINDONESIA.COM: Di kawasan hutan lindung Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur saat ini dikabarkan masih tersisa populasi Harimau Jawa (Panthera tigris sondaica).

Sejumlah warga yang tinggal di kawasan pesisir selatan, mengaku beberapa kali menemukan jejak binatang yang dinyatakan punah sejak tahun 1980-an itu.

Joko, anggota polisi hutan KPH Perhutani Kecamatan Watulimo, Sabtu mengungkapkan, keberadaan harimau bahkan beberapa kali terdeteksi di dalam kawasan hutan lindung Kumbokarno, Singodito, Suruhdedak, serta Karanggongso.

“Sudah banyak (warga) yang pernah melihat sosok harimau di hutan-hutan lindung tersebut. Tapi saya tidak yakin apakah itu Harimau Jawa atau bukan, yang pasti ukurannya lebih besar daripada srigala dan warna kulit/bulunta totol-totol seperti macan tutul atau sejenis cheetah,” ungkapnya, Sabtu (23/03/2013).

Kesaksian serupa diungkapkan Sobirin dan Suwanto, petani perambah hutan di kawasan bukit Singodito dan Suruhdedak.

Keduanyaa menyebut Harimau Jawa berukuran dewasa yang biasa berkeliaran di beberapa hutan lindung yang ada di kawasan pesisir selatan Watulimo, Trenggalek itu ada sepasang.

“Dulu, sekitar tujuh atau delapan tahun lalu waktu ada kegiatan ABRI/TNI masuk desa (AMD) dalam rangka pembukaan jalan baru di Desa Dukuh, yang berbatasan dengan hutan lindung Karanggandu, sejumlah aparat bahkan ada yang berpapasan langsung pada malam hari, namun dibiarkan karena tidak mengganggu,” tutur Suwanto, pengusaha kayu di Kecamatan Watulimo, membenarkan.

Meski eksistensi Harimau Jawa di kawasan hutan lindung Trenggalek diyakini keberadaannya, sejauh ini belum pernah ada laporan konflik langsung antara binatang langka yang dilindungi itu dengan manusia.

Sejumlah pemancing yang biasa menyusuri jalan melingkar di pinggir Gunung Kumbokarno maupun Karanggongso paling sering berpapasan langsung dengan binatang buas tersebut, namun tidak ada mengganggu.

“Selain memangsa babi hutan dan binatang-binatang kecil lainnya, harimau ini diyakini doyan buah durian yang ada di dalam kawasan hutan,” tutur Joko, meyakinkan.

Belum ada konfirmasi resmi dari pihak terkait yang bisa mengklarifikasi keberadaan Harimau Jawa ataupun jenis lainnya di sekitar kawasan hutan-hutan lindung yang ada di Kabupaten Trenggalek maupun Tulungagung.

Kenyataan ini cukup mengkhawatirkan, karena ekosistem Harimau Jawa tersebut saat ini diyakini terus terdesak ke kawasan pesisir pantai akibat aktivitas pengelolaan hutan bersama masyarakat, hingga ke kawasan hutan-hutan lindung setempat.

Diketahui, Harimau Jawa adalah jenis harimau yang hidup di pulau jawa. Harimau ini dinyatakan punah di sekitar tahun 1980-an, akibat perburuan dan perkembangan lahan pertanian yang mengurangi habitat binatang ini secara drastis.

Walaupun begitu, ada juga kemungkinan kepunahan ini terjadi di sekitar tahu 1950-an ketika diperkirakan hanya tinggal 25 ekior jenis harimau ini. Terakhir kali ada sinyalemen dari harimau jawa ialah di tahun 1972. Di tahun 1979, ada tanda-tanda bahwa tinggal 3 ekor harimau hidup di pulua Jawa. Walaupun begitu, ada kemungkinan kecil binatang ini belum punah. Di tahun 1990-an ada beberapa laporan tentang keberaadaan hewan ini, walaupun hal ini tidak bisa diverfikasi.@ridwan_licom/ant