Wamenkumham: Dugaan TNI penyerang Lapas Cebongan, tak bisa dilarang

LENSAINDONESIA.COM : Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkumham) Denny Indrayana mengatakan Kementerian Hukum dan HAM akan berkoordinasi dengan TNI dan Kepolisian RI dalam menangani insiden Lapas Cebongan.

“Pelaku penyerangan tersebut harus bertanggung jawab dan diproses secara hukum,” ujar Denny Indrayana di Kantor Kemenkumham, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Sabtu (23/3/13).

Selain itu Denny menambahkan pernyataan Kementerian Hukum dan HAM (Kemkum HAM), ia menduga pelaku penyerangan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cebongan, Sleman, Yogyakarta adalah oknum TNI. Namun, ia tetap bersikap objektif.

“Tidak bisa menuduh pelakunya dari TNI meskipun kita enggak bisa melarang-larang orang untuk menduga (keterlibatan oknum TNI),” tutur Denny.

Menurut Denny persoalan itu hanya dugaan. Ia melihat banyak pihak menghubungkan peristiwa penyerangan sekaligus pembunuhan empat tahanan titipan Polda DIY itu dengan peristiwa sebelumnya.

“Jadi ada dugaan terkait dengan jajaran TNI pelakunya. Soal¬† insiden sebelumnya, ada anggota Kopasus meninggal, jadi ada yang diarahkan ke sana,” terangnya.

Lebih lanjut, Denny menuturkan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan HAM sudah berkomunikasi dengan Kepala Staf Angkata Darat untuk mengambil langkah antisipasi demi mengungkap peristiwa ini. Ia ingin agar kasus ini tidak menjadi polemik kepanjangan. Di sisi lain, ia sudah meminta pihak aparat hukum melakukan investigasi secara komprehensif, menyeluruh, dan cepat terkait kasus ini.

“Siapa pelakunya harus dihukum secara seadil-adilnya,” tegasnya.

Sementara itu, akibat serangan dini hari itu, empat orang tewas diberondong senjata api di dalam sel tahanan mereka. Hingga berita ini diturunkan pihak kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan sejumlah personil TNI tampak berjaga-jaga di lokasi.@aguslensa