x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


IRGC Iran: Kami tidak akan menonton dan tinggal diam

Amerika Serikat siapkan rencana untuk bombardir Suriah

Selasa, 26 Maret 2013 10:03 WIB (1 year yang lalu)Editor:
Amerika Serikat siapkan rencana untuk bombardir Suriah - IRGC Iran: Kami tidak akan menonton dan tinggal diam - Presiden Obama sangat bernafsu menggulingkan Presiden Bashar al Assad

(Foto: fox news)Presiden Obama sangat bernafsu menggulingkan Presiden Bashar al Assad

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Militer Amerika Serikat telah menyiapkan rencana pemboman lewat udara dan mengerahkan pasukan khusus guna merebut apa yang diklaim “situs senjata kimia” di dalam wilayah Suriah. Rencana itu terungkap dan dibocorkan oleh Washington Post.

Namun, Presiden Barack Obama hingga kini masih belum memberikan lampu hijau untuk penyerangan kepada Suriah. Diduga, ada ketakutan dari AS reaksi Iran, sekutu Suriah, atas serangan militer tersebut.

Baca juga: Sufi Alawiyya ajak warga dunia desak gencatan senjata di Timur Tengah dan 4,5 juta pengungsi Suriah tragis, ACT Indonesia kirim tim kemanusiaan

Di tempat terpisah, dilansir Mehr News, Selasa 926/03/2013), Komandan Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran, Brigadir Jenderal Muhammad-Ali Jafari, mengancam AS untuk tidak melancarkan serangan udara ke wilayah Suriah.

“Menyerang Suriah, sama saja AS berperang melawan Iran. Kami akan melakukan sesuatu yang tak akan pernah dibayangkan oleh mereka. Menyerang Suriah sama dengan menyerang kedaulatan Iran dan kami tak akan tinggal diam,” gertak Jafari.

Sementara itu, opsi serangan militer AS menurut laporan tersebut lebih dahulu akan diawali dengan menghancurkan angkatan udara pemerintah Suriah untuk mencegah penggunaan amunisi udara.

Rencana serangan militer ini menyusul mundurnya pemimpin puncak oposisi Suriah, Moaz al-Khatib. Mundurnya al-Khatib dari koalisi Oposisi merupakan awal hancurnya kelompok oposisi untuk menghantam pemerintahan Presiden Bashar al Assad. @wsh/it/on

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty



Editor: +Rizal Hasan

RIZAL HASAN has been a reporter for more than 12 years, now he as…

Facebook Twitter Google+ Index Berita 



code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty