x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Tingkatkan kesadaran masyarakat melalui budaya

BPS Ngawi sosialisasikan sensus pertanian 2013 lewat Campur Sari

Jumat, 29 Maret 2013 13:52 WIB (1 year yang lalu)Editor:
BPS Ngawi sosialisasikan sensus pertanian 2013 lewat Campur Sari - Tingkatkan kesadaran masyarakat melalui budaya - Kesnian Campur Sari

(Foto: istimewa)Kesnian Campur Sari

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Badan Pusat Statistik (BPS) bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi serta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi, Jawa Timur, melakukan sosialisasi Sensus Pertanian 2013 (ST2013).

Uniknya, sosialiasi ini tidak dilakukan seperti pada umunnya, tetapi lewat seni budaya campur sari.

Baca juga: Nyaleg lagi, Ibas mulai tebar pesona dan Akibat banjir, lima SD di Kwadungan dan Pangkur libur lagi

“Sosialisasi ST2013 dengan model campur sari itu baru kami lakukan di Ngawi. Harapan kami, pendekatan seni yang merupakan budaya lokal akan meningkatkan tingkat kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi dalam ST2013,” ujar Kepala BPS Suryamin saat menghadiri acara tersebut di Ngawi, Jumat (29/03/2013).

Acara sosialisasi ST2013 dengan seni campur sari tersebut digelar di Alun-Alun Ngawi pada Kamis (27/3) malam dari pukul 19.00 WIB-24.00 WIB.

Namun, karena acara berjalan dengan suasana yang guyub maka baru berakhir pada Jumat dini hari pukul 01.00 WIB. Sejumlah seniman dan pelawak lokal seperti Kirun dan kawan-kawannya didaulat untuk membawakan sosialisasi tersebut dan berhasil membuat acara tambah akrab.

Menurut Suryamin, Kabupaten Ngawi dipilih menjadi lokasi sosialisasi karena merupakan salah satu daerah lumbung padi di Jawa Timur.

“Selain itu, Kabupaten Ngawi juga memiliki potensi pertanian yang cukup tinggi, baik tanaman padi, hortikultura, perkebunan, kehutanan, peternakan, dan juga perikanannya. Sosialisasi akan terus dilakukan dengan model-model lain yang menarik masyarakat,” kata Suryamin.

Sesuai rencana, BPS akan melaksanakan Sensus Pertanian 2013 pada 1-31 Mei mendatang. Adapun, alokasi anggaran yang digunakan mencapai Rp1,59 triliun yang tersebar di 500 satuan kerja seluruh kabupaten/kota di Indonesia.

“Pelaksanaan sensus tersebut bertujuan untuk mendapatkan data statistik pertanian terkini yang lengkap dan akurat. Juga untuk mendapatkan kerangka sampel yang dapat dijadikan landasan pengambilan sampel untuk survei-survei pertanian,” kata dia.

Selain itu, sensus pertanian juga untuk memperoleh berbagai informasi tentang populasi usaha pertanian, rumah tangga petani, termasuk rumah tangga petani gurem, komoditas pertanian, serta distribusi penguasaan lahan menurut golongan luasnya.

Hasil dari sensus tersebut, lanjutnya, nanti akan digunakan untuk perencanaan, implementasi kebijakan, dan evaluasi program pembangunan pertanian di kementerian dan lembaga terkait, perguruan tinggi dan lembaga internasional serta pelaku bisnis sektor pertanian.

Adapun, cakupan dari sensus pertanian ini adalah tanaman pangan, hortikultura seperti sayuran, buah-buahan, tanaman hias, dan tanaman obat. Selain itu juga perkebunan, peternakan, perikanan, dan kehutanan.

Sasarannya, rumah tangga, perusahaan, maupun pesantren/seminar, lembaga permasyarakatan, barak militer dan kelompok usaha bersama.

“Metodologi yang digunakan dalam sensus tersebut ada dua, yaitu dari rumah ke rumah secara lengkap di daerah yang potensi pertaniannya sangat tinggi seperti di desa. Kedua, metode “snowbolling” bagi daerah non-pertanian,” kata Suryamin.

Ia menambahkan, sensus akan dilakukan di 33 provinsi, 497 kabupaten, 6.793 kecamatan, 77.144 kelurahan/desa dan 858.557 blok, dengan melibatkan 60.911 tim dan lebih dari 250.000 petugas lapangan.

Bupati Ngawi Budi Sulistyono, menyatakan sangat mendukung pelaksanaan ST2013. Pihaknya meminta warga Ngawi untuk memberikan data yang benar sesuai pertanyaan petugas BPS.

“Warga Ngawi diharapkan jujur dalam memberikan jawaban dan data yang diperlukan. Hal tersebut nantinya akan berguna untuk masa depan petani yang lebih baik,” kata Bupati Ngawi Budi.@ridwan_licom/ant

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty