x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Munas IKADIN ke-7

Ketum IKADIN: Beberapa fraksi DPR RI dukung tolak RUU advokat

Sabtu, 06 April 2013 20:05 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Ketum IKADIN: Beberapa fraksi DPR RI dukung tolak RUU advokat - Munas IKADIN ke-7 - Ketua Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN) Otto Hasibuan

(Foto: Ian)Ketua Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN) Otto Hasibuan

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Ketua Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN) Otto Hasibuan mengaku telah mendapat dukungan dari beberapa partai politik untuk menggagalkan adanya Revisi Undang-Undang Advokat yang kini tengah dibahas di DPR RI.

“Kita sadar ini (RUU Advokat) bukan hanya menyangkut permasalahan hukum dan politis, maka itu kita dekati parpol-parpol yang tidak mengerti masalah yang muncul pada hukum jika RUU itu disahkan, kita sudah bertemu dengan beberapa parpol untuk menjelaskan,” kata Otto usai Munas IKADIN ke 7 di Surabaya (6/4/2013)

Baca juga: Wanita Cina pengimpor sabu divonis 13 tahun penjara dan Nur Hakim Jabat siap pimpin PN Surabaya ala Pramuka

Dikatakan Otto, ada beberapa parpol yang akhirnya ikut mendukung penolakan RUU Advokat. “Kita sudah bertemu fraksi PKS, PDIP, PKB, dan kita juga sudah bertemu dengan petinggi Partai Demokrat dan Golkar, dalam waktu dekat kita akan bertemu dengan PAN,” ujar pria yang juga menjabat Ketum Persatuan Advokat Indonesia (Peradi) ini.

Diberitakan Lensaindonesia.com sebelumnya, ada hal mendasar yang membuat IKADIN kebratan dengan draf RUU Advokat, diantaranya dapat mengacaukan kualifikasi profesi advokat. Bahkan, jika RUU itu benar disahkan maka provesi Advokat akan sama seperti Banpol (Bantuan Polisi).

“Jika disahkan, RUU itu akan mengatur tentang dibolehkannya organisasi advokat mengangkat advokat dan pada saat bersamaan akan dibentuk organisasi advokat khusus baru. Dibentuknya induk organisasi nanti semua orang bisa membentuk advokat asal berbadan hukum. Ini menurunkan derajat kita sejajar dengan Banpol,” kata Otto.

Selain itu, RUU Advokat tidak memiliki Urgensi yang jelas untuk direvisi oleh DPR, “Kalau Tidak ada urgensinya di bahas oleh DPR, kenapa tidak ditolak aja, Saya berharap Menkumhan sendiri juga ikut menolak,” tandasnya. @ian_lensa

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty



Editor: +Catur Prasetya

Menamatkan pendidikan S1 Sastra Inggris Universitas Dr. Soetomo, redaktur yang juga penghobi berat bulutangkis…

Facebook Twitter Google+ Index Berita 



code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty