x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Dorong industrialisasi daging sapi

Ditjen Perternakan kunjugi RPH RJB Ponorogo

Selasa, 09 April 2013 01:57 WIB (1 year yang lalu)Editor:
Ditjen Perternakan kunjugi RPH RJB Ponorogo - Dorong industrialisasi daging sapi - Kadisperta Kabupeten Ponorogo Ir Harmanto memberikan paparan di hadapan Ditjen Peternakan

(Foto: ARSO-LICOM)Kadisperta Kabupeten Ponorogo Ir Harmanto memberikan paparan di hadapan Ditjen Peternakan

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Direktorat Jenderal (Ditjen) Peternakan Ir Syukur Purwantoro melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (06/04/2013).

Dengan didampingi Hermanto, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ponorogo, Ditjen mengunjungi beberapa lokasi di Ponorogo, diantaranya meninjau Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Modern Rita Jaya Beef (RJB) di Desa Pijeran, Kecamatan Siman.

Pada kesempatan itu, Syukur bertatap muka dengan beberapa anggota DPRD, pedagang dan jagal sapi, para anggota asosiasi peternak unggas di Ruang Pelatihan RJB.

Dalam dialog, Ditjend menampung aspirasi pelaku bisnis ternak serta memberikan masukan untuk mengembangkan peternakan yang ada di Ponorogo dalam rangka mensukseskan salah satu program pemerintah untuk meningkatkan produksi dan konsumsi produk peternakan khususnya daging.

“Ponorogo mempunyai potensi yang cukup besar dalam peternakan baik ayam, sapi potong maupun sapi perah. Yang jelas dengan adanya RPH modern di Ponorogo ini, dan sebagai satu-satunya di wilayah Karesidenan Madiun kita harapkan nantinya mampu menyerap sapi yang ada di Ponorogo tapi juga sapi-sapi yang ada di wilayah Karesidenan Madiun,” katanya.

Dengan begitu, lanjut Syukur, nantinya daerah (Ponorogo) tidak perlu lagi mengirim sapi hidup ke Jakarta tapi dipotong di Ponorogo dan dikirim ke Jakarta berupa daging beku. “Dengan begitu akan menaikan nilai tambah bagi Ponorogo,” terangnya.

Di tengah dialog, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ponorogo Harmanto mengatakan, bahwa Ponorogo memiliki potensi peternakan yang cukup besar, mulai unggas, sapi potong dan sapi perah. “Potensi yang besar ini perlu perhatian dan penanganan yang lebih serius,” ucapnya.

Sementara itu, pemilik RPH RJB Agus Kholik menilai, kedatangan Ditjen Peternakan ke Ponorogo untuk bertemu dengan peternak, pedagang, jagal dan pemda merupakan hal yang sangat penting. “Aspirasi kita bisa terserap. Masukan dan paparan Pak Ditjen juga sangat berguna bagi peternak,” ungkapnya.@arso

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty






code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty