x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



jadi target Belanda, Malaysia, India, dan Thailand.

Banyak transaksi, Indonesia target 4 jaringan internasional narkoba

Sabtu, 13 April 2013 16:20 WIB (1 year yang lalu)Editor:
Banyak transaksi, Indonesia target 4 jaringan internasional narkoba - jadi target Belanda, Malaysia, India, dan Thailand. - ilustrasi narkoba

(Foto: ilustrasi)ilustrasi narkoba

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Menanggapi maraknya kasus narkoba,  Gerakan Anti Narkoba Nasional (Gannas) melihat Indonesia saat ini telah menjadi daerah ideal untuk pengembangan usaha jual-beli narkoba. Pasalnya, jumlah pengedar dan pemakai saat ini sudah mencapai jumlah yang tidak sedikit.

“Ya itu artinya banyak pegedarnya dan banyak juga pemakai serta pecandunya,” ujar Sekjend Gannas, Rully Wahyudi, saat dihubungi LICOM, Jumat (12/4/13).

Rully membuktikan tingginya pemakai berdasarkan pernyataan BNN terkait pemberantasan narkoba saat ini. BNN menginformasikan bahwa Indonesia telah menjadi target dan pasar ideal untuk menjual narkoba. Keempat negara itu terdiri atas Belanda, Malaysia, India, dan Thailand. Menurutnya, masalah narkoba di Indonesia bisa diselesaikan jika pemerintah menaruh perhatian pada kasus ini. Ia berharap agar aparat bertindak tegas dalam kasus ini.

“Masalah itu harus dibereskan agar Indonesia bisa bebas Narkoba di tahun 2015,” tegasnya.

Seperti diketahui, Kepala Kantor Bea Cukai wilayah Jakarta,  Hekinus Manao menginformasikan Kantor Bea Cukai berhasil menyita narkoba jenis ekstasi dan shabu yang berasal dari luar negeri.  Pihaknya meyita barang bukti berupa 115 butir ekstasi dari Belanda, dan  shabu sebanyak 757 gram dari Malaysia. Diperkirakan, nominal yang diperoleh hingga Rp 169.000.000,00 untuk ekstasi dan Rp 1,135 milyar untuk Shabu.@aguslensa


Editor: +Andrian Pratama

A copy editor, gamer, University of Indonesia college student, and seeker of truth…

Facebook Twitter Google+ Index Berita 




code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty