x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Penelitian telah dilakukan sejak Perang Dunia I

Wuih! Belatung obati luka lebih baik dibanding perawatan normal?

Sabtu, 20 April 2013 16:41 WIB (1 year yang lalu)Editor:
Wuih! Belatung obati luka lebih baik dibanding perawatan normal? - Penelitian telah dilakukan sejak Perang Dunia I - Belatung

(Foto: ist)Belatung

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Menaruh belatung pemakan daging di dalam luka terbuka mungkin bukan gagasan yang baik. Tapi, tahukah Anda bahwa belatung benar-benar membersihkan luka jauh lebih cepat dibandingkan dengan perawatan normal? Meski pun itu tak mengarah kepada kesembuhan lebih cepat.

Hasil uji coba klinik yang diawasi untuk pertama di dunia mengenai penggunaan belatung sebagai obat pekan lalu memperlihatkan bagi sebagian pasien, terapi itu juga lebih menyakitkan. Menurut studi yang disiarkan di dalam British Medical Journal, tindakan ini terkesan mengerikan karena belatung memiliki sejarah panjang dalam bidang pengobatan.

Ahli bedah pertempuran Napoleon sangat tertarik pada belatung, dan hewan tersebut dimanfaatkan selama Perang Saudara Amerika dan di dalam parit perlindungan dalam Perang Dunia I. Yang paling belakangan, para ahli medis kembali telah berpaling kepada kemampuan penyembuhan hewan kecil itu, termasuk potensinya untuk mencegah infeksi berbahaya seperti “methicillin-resistant Staphylococcus ausreus (MRSA)”.

Untuk mengetahui lebih banyak, para peneliti di University of York, Inggris, merekrut 267 pasien dengan borok yang berhubungan dengan urat darah halus di kaki. Peneliti ini merawat mereka dengan menggunakan belatung atau “hydrogel”, produk standard pembersih luka. Mereka tak menyaksikan perbedaan mencolok dalam hasil atau biaya.

“Kelihatannya tidak layak untuk melanjutkan penelitian pada kelompok pasien khusus ini, jika apa yang anda tuju ialah kesembuhan yang lebih cepat,” kata peneliti Nicky Cullum dalam suatu wawancara telepon.

Belatung mungkin memiliki manfaat bagi beberapa bidang khusus, seperti menyiapkan pasien bagi operasi pemindahan kulit, kondisi pembersihan luka yang lebih cepat berarti pasien dapat dipindahkan ke ruang operasi lebih cepat pula. Namun, pengukuhan cara itu akan memerlukan studi klinik lebih lanjut.

Terapi dengan menggunakan belatung berhasil karena belatung hanya memakan jaringan yang mati dan membusuk, sehingga luka jadi bersih. Hewan itu tak menggali jauh ke dalam daging yang sehat, dan memilih untuk saling memangsa ketika mereka kehabisan makanan.@andrian

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty



Editor: +Andrian Pratama

A copy editor, gamer, University of Indonesia college student, and seeker of truth…

Facebook Twitter Google+ Index Berita 




code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty