Payah, Publik AS tak bisa bedakan Chenchen dari Ceko

0

LENSAINDONESIA.COM: Duta besar Ceko untuk Amerika Serikat Petr Gandalovic telah menyatakan keprihatinan atas pernyataan di jejaring sosial AS yang salah menyebut teroris Chenchen dalam peledakan di Boston sebagai pemberontak Ceko. Puluhan pesan media sosial AS menuduh terorisme Ceko dan bahkan menyerukan pembalasan AS terhadap Republik Ceko muncul di segmen Twitter dan Facebook AS,  setelah laporan resmi pemerintah menyebut dua tersangka dalam pemboman Marathon Boston berasal dari Chechnya.

“Ketika lebih banyak informasi tentang asal-usul para pelaku ini mulai jelas, saya khawatir kesalahpahaman di media sosial yang paling disayangkan dalam hal ini,” kata Dubes Petr Gandalovic dalam sebuah pernyataan yang disebarkan dan dimuat berbagai media AS, termasuk USA Today, Minggu (21/4/2013).

Para tersangka pemboman – Tamerlan Tsarnaev (26) dan adiknya, Dzhokhar Tsarnaev (19) – disebut berasal dari berasal dari Chechnya. Wilayah bergejolak yang terletak di wilayah Kaukasus Utara Rusia di mana pasukan federal telah memerangi gerilyawan Islam selama bertahun-tahun.

“Republik Ceko dan Chechnya adalah dua entitas yang sangat berbeda – Republik Ceko adalah negara Sentral Eropa (yang pada awalnya merupakan bagian dari Cekoslowakia), Chechnya merupakan bagian dari Federasi Rusia,” ujar Gandalovic. Ia menunjukkan kedua negara berjarak sekitar 2.730 km.

Diplomat itu mengingatkan para blogger bahwa Republik Ceko adalah mitra aktif dan dapat diandalkan dari Amerika Serikat dalam perang melawan terorisme. “Kami bertekad untuk berdiri berdampingan dengan sekutu kami dalam hal ini, tidak ada keraguan tentang itu,” kata Gandalovic. (rez)

TIDAK ADA KOMENTAR