x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Bupati beri dana sharing 20 persen

PNPM Mandiri di Bojonegoro jadi pilar perekonomian

Minggu, 28 April 2013 16:42 WIB (1 year yang lalu)Editor:
PNPM Mandiri di Bojonegoro jadi pilar perekonomian - Bupati beri dana sharing 20 persen - Bupati Bojonegoro, Suyoto menyerahkan bantuan sosial kepada masyarakat usai pembukaan pameran di Kabtor Pemkab, Jalan Mastumapel

(Foto: Pemkab Bojonegoro)Bupati Bojonegoro, Suyoto menyerahkan bantuan sosial kepada masyarakat usai pembukaan pameran di Kabtor Pemkab, Jalan Mastumapel

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan di Kabupaten Bojonegoro saat ini berkembang pesat.

Program yang berjalan sejak 1998 tersebut mampu membangkitkan semangat dalam meningkatkan perekonomian di pedesaan malalui pembangunan infrastruktur dan pinjaman bergulir.

Peningkatan pembangunan melalui PNPM-MP Kabupaten Bojonegoro, diawali pada tahun 2009 berkat upaya Bupati Bojonegoro Suyoto yang berani memberikan dana sharing hampir 20 persen dari total bantuan BLM dari pusat.

“Pembangunan infrastruktur PNPM Mandiri seperti pavingisasi jalan, Jembatan, Sekolahan dan Pos PAUD serta jalan, rabat beton dan Draenase telah berjalan. Begitu juga program PNPM juga menyentuh usaha bisnis simpan pinjam tanpa anggunan. Saat ini berkembang hingga Rp 40 juta per kelompok,” kata Ketua Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Bojonegoro Ali Mahmudi, Minggu (28/04/2013).

Dijelaskan Ali Mahmudi, bahwa disamping kegiatan fisik yang mampu menjadi pilar penunjang ekonomi masyarakat, juga ada kegiatan yang langsung menyentuh masyarakat miskin yaitu program SPP (Simpan Pinjam Perempuan). Akumulasi modal dari PPK tahun 1998 – 2008 tercatat sebesar Rp. 44.364.858.698,- setelah itu modal Usaha di 26 Kecamatan bertambah sejak tahun 2009 sampai per Maret 2013 telah mencapai Rp. 95.553.335.175,- kurang lebih peningkatannya 98 persen.

Disamping itu, ada surplus/ laba yang diperoleh UPK pada tahun 2012 sebesar Rp. 14.558.788.070,- atau 15-20 persen masing-masing Kecamatan, setiap tahun surplus yang diperoleh UPK disalurkan untuk membantu Rumah Tangga Miskin (RTM) berupa Bantuan Sosial (Bansos).

“Penerima Bansos tahun ini sebanyak 7.674 RTM, dengan nilai bantuan sebesar Rp. 2.831.889.400,- untuk 26 Kecamatan, dan bentuk Bansosnya adalah Ternak kambing sebanyak 3.223 ekor untuk 21 Kecamatan dan Paket Sembako untuk 4 Kecamatan bagi RTM berjumlah 3.546 paket, setiap paket senilai Rp. 150.000,- serta ada pemugaran rumah RTM sebanyak 14 unit untuk 1 Kecamatan,” Jelasnya kepada www.bojonegorokab.go.id

Sementara itu, Bupati Bojonegoro H. Suyoto berjanji akan terus memberikan dukungan setiap kegiatan PNPM-MP asal aktor pemberdayaan yang hadir ini terus semangat dan meningkatkan kemampuannya melalui berbagai kesempatan.@hidayat

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty






code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty