x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



Hasil survei lembaga riset ISNU

Angka golput Pilkada Jombang diprediksi 40 persen

Selasa, 30 April 2013 05:12 WIB (12 months yang lalu)Editor:
Angka golput Pilkada Jombang diprediksi 40 persen - Hasil survei lembaga riset ISNU - Ketua ISNU Jombang Atho'illah (kiri) menyampaikan hasil riset pemilih golput dalam Pilkada Jombang

(Foto: Syafi'i-LICOM)Ketua ISNU Jombang Atho'illah (kiri) menyampaikan hasil riset pemilih golput dalam Pilkada Jombang

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Potensi Golput alias tidak memilih dalam penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jombang Jawa Timur, 5 Juni 2013 mendatang diprediksi mencapai 40,1 persen.

Demikian hasil temuan Lembaga Riset Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) cabang Jombang setelah melakukan survey pada 4-11 April 2013.

Baca juga: Partai Demokrat Jombang targetkan 10 kursi dewan dan 'Takut' gugatan Pemilu, KPU Jombang gandeng Kejaksaan

Hasil survey yang dirilis pada Senin (29/04/2013) menyimpulkan, penyelenggaraan Pilkada Jombang 2013 tidak cukup berkualitas sebab minimnya informasi yang diterima masyarakat pemilih.

“Angka golput akan semakin tinggi jika tidak segera dicarikan jalan keluar. Survey kami memprediksi angka golput mencapai 40 persen, lebih tinggi dibanding angka golput pada Pilkada 2008 yang menyentuh angka 30 persen,” kata Atho’illah, Ketua ISNU Jombang.

Survey yang dilakukan Lembaga Riset ISNU Jombang menggunakan sistem multi stage sampling yang melibatkan 347 responden. Responden dipilih secara acak dari 21 Kecamatan yang ada di Jombang dengan margin error 3 persen.

Hasil survey tersebut mengungkapkan, hingga 1 bulan menjelang pelaksanaan Pilkada, banyak warga Jombang terutama warga NU yang belum menentukan sikap. Sebanyak 55,3% responden belum mengambil sikap, 41,8% sudah menentukan pilihan, sedangkan sisanya, yakni 2,9% responden tidak menjawab.

Prediksi tingginya angka golput dalam Pilkada diperoleh dari sikap responden yang tidak menentukan pilihan saat disodori nama-nama calon kepala daerah. “Ketika disodorkan nama-nama pasangan calon, sebanyak 40,9 persen tidak memilih, ini kemungkinan akan Golput,” ujar Atho’illah.

Dia menambahkan, potensi tingginya angka Golput disebabkan oleh minimnya sosialiasi yang dilakukan oleh penyelenggara Pemilu. Masyarakat, berdasarkan hasil survey tersebut, mengetahui tentang Pilkada Jombang dari banner atau spanduk yang dipampang oleh para calon kepala daerah.

“Sebanyak 46 persen responden mengetahui tentang Pilkada Jombang dari banner dan spanduk. Sedangkan yang banyak pasang banner dan spanduk adalah para calon,” ulas pria yang akrab disapa Gus A’ik ini.

Sementara itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jombang selaku penyelenggara Pilkada Jombang hingga Senin sore belum bisa dikonfirmasi atas hasil temuan ISNU Jombang.@syafi’i




code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty