x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



Rekapitulasi Panwaslu pra-kampanye

Cawali Kota Malang Anton-Sutiaji paling banyak melakukan pelanggaran

Selasa, 07 Mei 2013 04:38 WIB (12 months yang lalu)Editor:
Cawali Kota Malang Anton-Sutiaji paling banyak melakukan pelanggaran - Rekapitulasi Panwaslu pra-kampanye - Ketua Panwaslu Kota Malang, Azhari Husein membacakan pelanggaran pasangan calon walikota

(Foto: Aji Dewa Roisky-LICOM)Ketua Panwaslu Kota Malang, Azhari Husein membacakan pelanggaran pasangan calon walikota

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Malang membeber pelanggaran-pelanggaran pra-kampanye yang dilakukan pasangan calon walikota (Cawali), Senin (06/05/2013).

Berdasarkan hasil rekapitulasi Panwaslu, semua pasangan calon melakukan pelanggaran. Namun, yang paling banyak melakukan pelanggaran adalah pasangan Cawali M Anton-Sutiaji.

Baca juga: Demi pelantikan Walikota, silaturahmi Arema diundur dan Walikota disarankan tolak mobdin baru Rp 1 miliar

“Itu dari hasil rekap yang kami lakukan terhadap seluruh pelanggaran yang dilakukan pasangan Cawali pra-kampanye. Semua pelanggaran itu sudah kali laporkan ke Panwaslu Jatim dan Bawaslu pusat,” jelas Ketua Panwaslu Kota Malang, Azhari Husein.

Secara rinci dia menguraikan soal pelanggaran masing-masing pasangan Cawali itu. Pasangan Cawali Anton -Sutiaji (AJI) melakukan pelanggaran sebanyak 25 kali kegiatan. Disusul pasangan Sri Rahayu-Priatmoko Utomo (SR-MK) sebanyak 7 kegiatan yang dinilai melanggar aturan Pilwali.

Pada posisi ketiga dalam melakukan pelanggaran diduduki pasangan Heri Pudji Utami-Sofyan Edi Djarwoko. Pasangan berjuluk DaDi ini melakukan pelanggaran sebanyak 4 kegiatan. Lalu pasangan Agus Dono Wibawanto-Arief HS (Doa) yang diusung Demokrat dan PKS ini melakukan tiga kali pelanggaran.

Sedangkan pasangan Mujais-Yunar Mulya (Ra-Ja) dan Dwi Cahyono-Nur Uddin (Dwi-Udin) melakukan pelanggaran masing-masing dua kali. “Kepada mereka sudah kami sampaikan terkait dengan semua pelanggaran yang dilakukan mereka,” tutur Azhari Husein.

Menurut dia, semua pasangan tersebut memang tidak langsung dieksekusi. Alasannya, karena tidak ditemukan adanya unsur pelanggaran yang terindikasikan masuk ranah pidana. Sehingga, Panwaslu hanya melakukan peneguran dan meminta agar tidak melakukan pelanggaran lagi.

Pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan mereka pada masa pra-kampanye itu disebutkan terkait dengan kegiatan dan atribut-atribut dari pasangan Cawali. Untuk pasangan AJI, kegiatan yang dinilai melakukan pelanggaran adalah ziarah wali lima, pengobatan gratis, dan pertemuan-pertemuan dengan kaum ibu-ibu yang membagi-bagikan sembako.

Kegiatan pasangan SR-MK yang dinilai melanggar saat melakukan pengajian-pengajian, ziarah lima wali, kuda lumping, tasyakkuran, kuda lumping, dan sosialisasi partai PDIP dan calon walikota.

Sedangkan pasangan DaDi dinilai melanggar saat melakukan kegiatan kampanye terselubung lewat istri lurah alam pertemuan PKK yang bagi-bagi seragam, pertemuan lurah dan Ketua RW saat pembagian insentif yang ditumpangi Tim Sukses DaDi.

Lalu Partai Golkar yang datangkan Ketua Umum Golkar serta calon DaDi. Selain itu, bersih-bersih sungai, peresmian gedung dan Bunda HP Tahlilan.

Pasangan Doa melakukan kegiatan saat melakukan verifikasi Caaleg yang bagi-bagikan sembako. Untuk pasangan Dwi-Udin saat melakukan silaturrahmi dan temu warga. Pasangan RaJa dianggap melakukan pelanggaran saat verifikasi faktual dan berburu Cawali yang disertai bagi-bagi sembako.

Selain kegiatan tersebut, mereka juga melanggar dalam pemasangan alat peraga. Misalnya, baliho, spanduk, benner, bandu, stikwarger dan lain sebagainya.

“Pelanggaran alat peraga itu yang sudah kami turunkan sebanyak 1869 alat peraga. Semua itu sudah kami beritahukan kepada masing-masing tim sukses dari pasangan Cawali,” kata Azhari.

Karena itu, dia berharap agar semua pasangan Cawali mematuhi aturan yang sudah ditetapkan. Sehingga, tidak sampai dieksekusi dan brakibat fatal. “Sebab jika tidak, kami langsung lapaorkan ke Panwaslu Jatim dan bawaslu. Soal sanksi untuk mengeksekusi itu wewenang dari KPU Kota Malang,” tandas Azhari.@aji dewa roisky

 




code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty