x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Segera promo di kota-kota besar

Ozha Humayra pilih genre musik ska dalam album keduanya

Selasa, 07 Mei 2013 10:18 WIB (1 year yang lalu)Editor:
Ozha Humayra pilih genre musik ska dalam album keduanya - Segera promo di kota-kota besar - Ozha Humayra, optimis album keduanya bisa sukses di pasaran

(Foto: yuwana)Ozha Humayra, optimis album keduanya bisa sukses di pasaran

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Tahun 2013 ini, penyanyi  Ozha Humayra merilis album kedua bertema Story Of The Year setelah sukses dengan album pertama Aku Tak Bisa. Pada album kedua ini, pemilik nama Mararizha Humayra memilih jalur musik ska. Pertama kali promo album kedua Story Of The Year di kota Semarang, selanjutnya ke kota seperti Surabaya dan Jogja.

Ketika ditanya alasannya memilih jalur SKA, Ozha mengaku mendapat banyak masukan setelah melepas album pertama dulu. “Sebenarnya aku aslinya genre pop, namun aku memberanikan diri pada album kedua memakai genre ska,” terangnya di Semarang.

Baca juga: Wenda: Jangan takut cari makanan halal di negara Asia dan Bams masih diminati cewek, bikin album pesan kehidupan

Selain itu Ozha sangat berambisi mengembalikan kejayaan musik aliran ska yang telah lama mati suri. Karena itu beberapa band ska seperti tip ex, shaggy dog dijadikan inspirasinya dalam pembuatan album kedua.

Penyanyi manis ini optimis album keduanya akan disukai masyarakat Indonesia karena aliran musik ska sebenarnya tidak pernah mati. “Dengan tema lagu tidak cengeng (cinta) yang akan ditorehkan pada album kedua Story Of The Year, lagu-lagu yang diusung kebanyakan bercerita tentang momentum perjalan waktu di sekolah,” sambungnya.

Ozha menargetkan album keduanya kali ini bisa dipopulerkan melalui RBT (Ring Back Tone), off air di beberapa stasiun radio di Jakarta dan muncul di beberapa tayangan televisi nasional maupun lokal.

Untuk mendongkak menuju proses popularitas artis penyanyi, Ozha berjanji akan menjalani semua proses dengan cara yang benar. Cara-cara sebagian artis dengan menjual popolaritas di internet akan dihindari, namun lebih mengedepankan totalitas lagu-lagu secara langsung kepada publik.

“Saya tentu lebih memilih totalitas bermusik melalui proses yang mengedepankan kemampuan secara alamiah, meskipun secara finasial industri musik membutuhkan biaya yang nilainya hampir ratusan juta. Keyakinan ini memunculkan proses popularitas album lagi yang sesuai prosedur,” pungkasnya @yuwana irianto

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty