x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Sempat ditunda tunggu musyawarah hakim

Hari ini, Pengadilan Tipikor gelar sidang putusan kasus mark up PDAM Banyumas

Rabu, 08 Mei 2013 09:03 WIB (1 year yang lalu)Editor:
Hari ini, Pengadilan Tipikor gelar sidang putusan kasus mark up PDAM Banyumas - Sempat ditunda tunggu musyawarah hakim - Sidang putusan

(Foto: Ilustrasi)Sidang putusan

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Hari ini, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Jawa Tengah akan menggelar kembali sidang putusan terhadap dua terdakwa dugaan kasus korupsi mark up jual beli tanah untuk Instalasi Pembangunan Air Limbah (IPAL) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Banyumas.

Sidang pembacaan amar putusan ini sebenarnya dijadwalkan Selasa (07/05/2013) kemarin. Namun terpaksa ditunda karena mejelis hakim yang menyidangkan masih melakukan musyawarah.

Walhasil, sidang putusan perkara mark up jual beli tanah itu pun diputuskan untuk digelat siang ini, Rabu (08/05/2013).

“Kami dipesani ketua majelis, sidang tidak bisa digelar hari ini. Majelis masih belum selesai dalam bermusyarah menentukan putusan,” kata seorang panitera pengganti Pengadilan Tipikor Semarang, kemarin.

Kedua terdakwa adalah Direktur Utama PDAM Banyumas Achadi Budi Cahyono dan Eko Tjiptartono, Ketua Umum Dewan Pimpinan Wilayah Persatuan Rakyat Desa (Parade) Nusantara Jawa Tengah.

Mengetahui ditundanya putusan, salah satu terdakwa Eko Tjiptartono mengaku pasrah terhadap putusan. Kewenangan memutus perkara menjadi hak majelis hakim.

“Kami menerima saja,” singkat Eko usai pembatalan sidang.

Dalam sidang yang tertunda tersebut, hadir berbagai relawan Eko Tjiptartono dari beberapa usaha binaannya. Begitupula dari terdakwa Achadi Budi Cahyono yang didampingi segenap keluarga besarnya.

Eko menimpali jika sidang putusan ini akan dihadiri kakak kandungnya, Prof Eko Budiharjo yang juga mantan rektor Undip Semarang sekaligus akademisi populis di Jawa Tengah.

“Tadi, rencananya Prof Eko Budiharjo mau kesini ikut mendengar putusan majelis hakim. Namun kemudian saya kabari lagi bahwa sidang ditunda. Besok beliau akan hadir,” serunya.

Dalam kasus ini, kedua terdakwa masih bersikukuh tidak bersalah terhadap tuntutan jaksa. Bahkan, Eko Tjiptartono sebagai pihak penjual tanah mengaku rela menjual tanah untuk kepentingan umat, tanpa sebelumnya membuka harga penawaran.

Selain itu, Eko mengaku telah menghibahkan tanah di sekeliling yang diperjualbelikan untuk
pelebaran lahan.

“Saya jual tanah pada PDAM untuk kepentingan umat. Saat itu, saya tidak membuka tawaran harga, namun pihak PDAM menawar harga lebih rendah Rp 100 ribu, harga itu lebih rendah dari harga umumnya Rp 154 ribu. Namun saya langsung sepakat karena untuk kepentingan umat. Kok bisa-bisanya dikatakan mark up,” timpalnya.

Uang jual-beli tanah dibayar lunas sebanyak Rp 667 280.000. Namun, akte notaris dibuat Prian Ristiarto sesuai Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) dengan harga Rp 427.500.000.

Selisish harga inilah yang kemudian menjadi akte dijadikan dasar Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Purwokerto untuk mendudukkannya di kursi pesakitan pengadilan Tipikor Semarang.

Seperti diketahui, kedua terdakwa dituntut pidana 7 tahun dan denda 50 juta. Penuntut umum Kejari Purwokerto menilai terdakwa malanggar pasal 2 ayat 1 junto pasal 18 UU 31 tahun 1999 sebagaimana diubah menjadi UU 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi junto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.@yuwana irianto

 

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty






code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty