x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



Trauma IT KPU di Pemilu 2004 dan 2009

Pengamat politik ragukan kualitas IT KPU untuk Pemilu 2014

Rabu, 08 Mei 2013 02:28 WIB (12 months yang lalu)Editor:
Pengamat politik ragukan kualitas IT KPU untuk Pemilu 2014 - Trauma IT KPU di Pemilu 2004 dan 2009 - Komisi Pemilihan Umum

(Foto: ist)Komisi Pemilihan Umum

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Pengamat politik Soegeng Soerjadi Syndicate (SSS) Toto Sugiarto meragukan kualiatas IT yang dimiliki KPU untuk digunakan Pemilu 2014. Hal ini dinilai berdasarkan penggunaan IT oleh KPU tahun 2004 yang sangat bermasalah. Dan, KPU ternyata tertutup soal ini.

“Saat ini, KPU mempunyai sistem data yang disebut ‘Sidalih’, yaitu  sistem data pemilih. Sayangnya, KPU sangat tertutup atas masalah IT ini. Bahkan hingga kini belum ada uji publik atas hal tersebut,” ujar Toto dalam diskusi bertajuk ‘Mengukur Popularitas dan No urut Caleg’ bertempat di Media Center Bawaslu, Jakarta, Selasa (07/05/2013).

Baca juga: HMI Bandung minta KPUD Indramayu & KPUD Bogor bertanggung jawab dan Asep: Ada mafia KPU dan KPUD lakukan kesalahan Pemilu 20 provinsi

Toto menegaskan, Pemilu 2004 dan 2009 dianggap kurang berjalan optimal. Pasalnya, saat itu KPU memiliki IT yang dibeli dengan harga triliunan. Namun, sayang IT tersebut tidak berjalan optimal. Alhasil, perhitungan suara terpaksa dilakukan secara manual.

“Belajar dari masa lampau kita bisa nilai bersama penggunaan IT pemilu 2004 sangat amburadul,” terang Toto.

Hal ini Toto menganggap, KPU tetap sangat yakin ‘sidalih’ akan berjalan maksimal pada pemilu tahun 2014. Bahkan, KPU mengaku perangkat IT yang dimiliki olehnya adalah perangkat terbaik dalam bidang teknologi.

Namun, Toto berpendapat lain. Meskipun KPU mengaku mempunyai kelengkapan IT, hingga kini proses uji publik belum berlangsung. Oleh karena itu, lanjutnya, kita harus mengawasi proses tersebut.

“KPU sangat yakin pengunaan IT tersebut akan jalan maksimal. Namun, fakta masa lalu tidak demikian. Oleh karena itu, kita patut curiga. Terlebih saat Bawaslu tidak memiliki akses data,” pungkasnya. @yuanto


Editor: +Andrian Pratama

A copy editor, gamer, University of Indonesia college student, and seeker of truth…

Facebook Twitter Google+ Index Berita 



code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty