x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Puluhan orang serbu lokasi

Tandatangan diduga dipalsu, warga tolak pembangunan tower BTS Ponorogo

Selasa, 14 Mei 2013 20:56 WIB (1 year yang lalu)Editor:
Tandatangan diduga dipalsu, warga tolak pembangunan tower BTS Ponorogo - Puluhan orang serbu lokasi - tower BTS terlihat bagian bawahnya

(Foto: istimewa)tower BTS terlihat bagian bawahnya

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Puluhan warga Desa Bancar, Kecamatan Bungkal, Ponorogo Jatim ‘gruduk’ lokasi pembangunan tower BTS salah satu provider telekomunikasi yang berada di desanya,Senin (13/05/2013).

Kedatangan mereka ke lokasi proyek tersebut dalam upayanya untuk menggagalkan pembangunan tower BTS itu. Puluhan warga yang di antaranya juga anak-anak dan para ibu rumah tangga tersebut, merasa khawatir keselamatan bila tower tetap didirikan. Selain itu, mereka juga takut dampak atas radiasi yang ditimbulkan.

Baca juga: Pilpres, Polisi gelar razia di perbatasan, amankan senjata angin dan Kasus limbah medis belum tuntas, TPST Tonatan ditutup sementara

Agus, salah satu warga yang rumahnya hanya berjarak beberapa puluh meter dari lokasi, mengatakan, ”Kami menuntut pembangunan BTS ini dibatalkan, karena kami tidak pernah diajak koordinasi.”

Selain itu, beberapa warga tersebut juga menuntut ijin pendirian tower yang dikeluarkan Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu (KPPT) Kabupaten Ponorogo itu segera dicabut. Alasan mereka, lantaran warga yang rumahnya berdekatan dengan tower, merasa tidak pernah dimintai persetujuan.

Mereka menduga ada permainan dan memalsukan tanda tangan mereka. ”Kami tidak dimintai tanda tangan. Tapi setelah kami tanyakan ke dinas terkait, katanya kami sudah membubuhkan tanda tangan. Kami curiga bahwa ini akal-akalan oknum tertentu yang ingin mengambil keuntungan dengan mengabaikan kami,”tegas Muji, warga yang hanya terpaut satu rumah dari lokasi tower.

Sebelum melakukan aksi di lokasi, warga sempat melayangkan surat ke KPPT dengan tembusan ke Satpol PP, Infokom, Bupati dan Ketua DPRD. Isinya menuntut agar pembangunan tower tersebut dibatalkan. Tapi, tidak pernah ada tanggapan, justru tahu-tahu ijin pendirian tower keluar.

“Sebenarnya kita telah melayangkan surat yang ditanda tangani warga sekitar sini. Namun dari pihak terkait tidak ada tanggapan, justru yang jadi pertanyaan kami kenapa ijinya malah keluar. Padahal, kami tidak ada yang dimintai tanda tangan,” pungkasnya.@arso

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty