x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Sampai 2020, Rancaekek Bandung diprediksi masih banjir terus

Tahun ini, normalisasi empat sungai Jawa Barat telan Rp 400 M

Rabu, 15 Mei 2013 03:03 WIB (1 year yang lalu)Editor:
Tahun ini, normalisasi empat sungai Jawa Barat telan Rp 400 M - Sampai 2020, Rancaekek Bandung diprediksi masih banjir terus - Ilustrasi proyek pembuatan tanggul Sungai Ciliwung.

(Foto: dok ist.)Ilustrasi proyek pembuatan tanggul Sungai Ciliwung.

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Untuk mengatasi luapan banjir Sungai Citarum, Jawa Barat, harus konsisten melakukan dua langkah yang diambil dinas PSDA (Pengelola Sumber Daya Air) Jabar. Yaitu, secara struktural dengan cara membangun waduk, situ dan polder.

Kedua, non structural/ social seperti melakukan reboisasi, membuat bio pori, mengajak masyarakat yang bercocok tanam di kemiringan gunung ke dataran rendah.

Hal ini ditegaskan Kepala Dinas PSDA Jabar H. Supriyatno didampingi Sekretaris Nana Nasuha dan Kabid OP BBWS Citarum  Arief Budio, Kabid
Jaringan SA, Suwarno saat bicara di depan wartawan seputar “Banjir Rancaekek Bandung”, di Gedung Sate, Selasa (14/5/2013).

Ada pun solusi yang diupayakan Dinas PSDA Jabar, menurut Suriyatno, berupa pembuatan danau buatan/ polder di ujung-ujung anak sungai  sebelum air masuk sungai Citarum.

Lainnya, melakukan Normalisasi di 9 anak sungai Citarum; Pembenahan dan pelabaran drainage di sepanjang pinggir jalan agar tidak terjadi sedimentasi karena tersumbat  sampah.

Termasuk juga pembuatan tempat penampungan air hujan ( Zero Run Off) terutama di kawasan pabrik.

Sementara itu, Kabid OP BBWS Citarum Arief Budio mengatakan, Pemerintah Pusat telah berupaya mengatasi banjir Citarum seperti melakukan Normalisasi sungai citarum dan  ke 9 anak sungainya; membangun polder; membuat waduk dan Situ. Namun berhubung anggaran yang dibutuhkan cukup besar, terpaksa dilakukan secara bertahap melalui program Multy years/ anggaran tahun jamak. Baik dari ABPN maupun LOAN Jica Japang.

BBWS Citarum sudah merencanakan akan membangun 13 sampai 15 polder di sepanjang aliran sungai Citarum. Untuk membuat 1 polder memakan biaya sebesar Rp.50 Miliar itu belum termasuk pembebasan lahan/ tanah.

Ia mengungkapkan, untuk tahun 2013 ini ada 4 anak sungai yang akan dilakukan normalisasi yaitu sungai Cikijing, Citarik, Cimande dan Citarum hulu dengan biaya sebesar sekitar Rp.400 Miliar.

Arief tidak menjamin, walaupun keempat anak sungai tersebut telah dilakukan normalisasi, belum tentu kawasan Rancaekak dapat terbebas dari banjir. “Bahkan sampai tahun 2020 nanti, kawasan Rancaekek tetap mengalami kebanjiran, tapi tidak seluas seperti sekarang ini,” pungkasnya@husein.

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty






code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty