x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


2 orang lain lain ikut menjadi tersangka karena terlibat korupsi

KPK “jebloskan” Bupati Mandailing Natal ke sel korupsi Rutan Guntur

Jumat, 17 Mei 2013 00:55 WIB (1 year yang lalu)Editor:
KPK “jebloskan” Bupati Mandailing Natal ke sel korupsi Rutan Guntur - 2 orang lain lain ikut menjadi tersangka karena terlibat korupsi BDB Sumut - Bupati Mandailing Natal, Hidayat Batubara

(Foto: Aulia Rachman LICOM)Bupati Mandailing Natal, Hidayat Batubara

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan tiga tersangka kasus suap dugaan penerimaan hadiah atau janji proyek bantuan dana bawahan (BDB). Diduga, dana yang berasal dari dana APBD provinsi Sumatra Utara ini akan mengalir ke Kabupaten Mandailing Natal untuk proyek di Madina.

“Tersangka Hidayat Batubara ditahan di Rutan Pomdam Guntur. Surung Panjaitan ditahan di Rutan KPK, Khairil Anwar ditahan di Rutan Salemba. Untuk 20 hari pertama,” ujar Johan Budi di KPK, Jakarta, Kamis (16/05/2013).

Baca juga: Rakyat ditipu, KPK jangan diamkan Kementerian "maling" Bansos Rp2,1 T dan Kejari se-Jatim diwajibkan naikkan satu perkara korupsi dalam sebulan

Ketiga tersangka tersebut, yakni Bupati Mandaling Natal, Hidayat Batubara, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumatera Utara, Khairil Anwar, dan seorang kontraktor bernama Surung Panjaitan, Mereka ditahan di tempat terpisah.

Bupati Mandaling Natal ini diduga sebagai penyelengara negara yang telah menerima suap atau janji atau hadiah. Diperkirakan, dirinya telah menerima uang sebesar Rp 1 miliar dari salah seorang kontraktor bernama Surung Panjaitan dalam proyek BDB.

Barang bukti uang senilai 1 miliar yang dibungkus tas plastik hitam itu ditemukan setelah KPK melakukan pengeledahan pada hari Selasa (14/5/2013) di kediamannya di Jln. Sei Asahan no 76, Medan. Diduga, uang itu adalah hasil serah terima Hidayat dari pihak seorang pengusaha kontraktor, Surung Panjaitan.

Keluar dari gedung dengan baju tahanan, politisi Demokrat itu langsung dibawa menuju ruang Tahanan Guntur. Saat ditanya, pria ini tidak memberikan komentar apapun kepada wartawan.

Di sisi lain, Khairil diduga ikut terlibat dalam mengurusi proyek BDB tersebut. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumatera Utara ini ditangkap bersama Surung Panjaitan KPK tak jauh dari Rumah Hidayat Batubara. Keduanya ditangkap setelah mengadakan pertemuan di rumahnya. Keduanya kini juga sudah ditahan oleh penyidik KPK.@aligarut1

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty



Editor: +Andrian Pratama

A copy editor, gamer, University of Indonesia college student, and seeker of truth…

Facebook Twitter Google+ Index Berita 



code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty