x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Menjaga keamanan Pulau Dewata

Kapolda Bali sarankan KPU gelar pertemuan Forpimda sebelum Pleno hasil Pilkada

Sabtu, 18 Mei 2013 15:16 WIB (1 year yang lalu)Editor:
Kapolda Bali sarankan KPU gelar pertemuan Forpimda sebelum Pleno hasil Pilkada - Menjaga keamanan Pulau Dewata - Kapolda Bali Irjen Pol Arif Wachyunadi menyarankan KPU berkoordinasi dengan Forpimda provinsi dan kabupaten/kota sebelum mengumumkan hasil Pleno rekapitulasi suara Pilkada

(Foto: istimewa)Kapolda Bali Irjen Pol Arif Wachyunadi menyarankan KPU berkoordinasi dengan Forpimda provinsi dan kabupaten/kota sebelum mengumumkan hasil Pleno rekapitulasi suara Pilkada

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Kapolda Bali Irjen Pol Arif Wachyunadi menyarankan Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar pertemuan lengkap yang dihadiri forum komunikasi pimpinan daerah (Forpimda) di provinsi dan kabupaten/kota sebelum mengumumkan putusan pleno hasil Pilkada.

“Pertemuan lengkap di satu tempat ini dilakukan untuk memberikan semangat sebagaimana sebelum kampanye yang berisi deklarasi dan imbauan untuk bersama-sama menjaga keamanan Bali,” katanya dalam rapat koordinasi rekapitulasi suara, di Denpasar, Sabtu (18/05/2013).

Baca juga: PDIP ajukan gugatan hasil Pilgub Bali ke MK dan Saksi Cagub Puspayoga tolak tandatangani rekapitulasi KPU Bali

Arif berpendapat sebaiknya pertemuan lengkap itu diadakan sekitar 22-23 Mei 2013. KPU Bali menjadwalkan penetapan pemenang Pilkada Bali pada pleno 27 Mei mendatang.

“Selain dihadiri forum komunikasi pimpinan daerah, pertemuan tersebut juga harus dihadiri oleh pasangan calon, tim sukses dan tokoh-tokoh masyarakat,” ujarnya.

Di sisi lain, ia menyebut saat ini kotak suara yang berada di 57 kecamatan dalam penjagaan ketat dari semua pihak, termasuk dari TNI/Polri. “Mari kita jaga bersama karena proses masih berjalan sampai dengan penghitungan di KPU kabupaten/kota dan finalnya di KPU provinsi,” ujarnya.

Ketua Komisi I DPRD Bali Made Arjaya sependapat dengan Kapolda Bali untuk diadakan pertemuan lengkap sebagai upaya untuk melihat komitmen kedua kandidat untuk siap menang dan siap kalah.

“Kedua pasangan harus diingatkan kembali supaya dapat menerima apapun yang nanti diputuskan oleh KPU. Kita sebaiknya mengambil contoh pemilihan di Palembang dapat berjalan dengan damai, meskipun hanya terdapat selisih delapan suara,” katanya.

Politisi dari PDI Perjuangan ini mengharapkan pasangan calon yang menang dan pendukungnya nanti tidak menyampaikan euforia yang berlebihan, demikian juga pihak yang kalah supaya bisa legowo.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Bali dan kedua tim karena sampai saat ini tahapan pilkada telah berlangsung dengan aman damai,” ucapnya sembari meminta media supaya menyampaikan pemberitaan yang berimbang dan tidak provokatif.

Pilkada Bali yang telah digelar 15 Mei lalu, diikuti oleh dua pasangan calon Anak Agung Ngurah Puspayoga-Dewa Nyoman Sukrawan dan Made Mangku Pastika-Ketut Sudikerta. Namun, hingga saat ini belum dapat dipastikan pemenangnya karena hasil perhitungan cepat yang dilakukan sejumlah lembaga survei tak mampu dijadikan acuan, akibat selisih perolehan suara yang sangat tipis.@ridwan_licom/spc

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty