x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



Pemeriksaan dilakukan minggu depan

Kejari Magetan siapkan tersangka baru kasus KIR

Sabtu, 18 Mei 2013 12:19 WIB (11 months yang lalu)Editor:
Kejari Magetan siapkan tersangka baru kasus KIR - Pemeriksaan dilakukan minggu depan - Kepala Kejari Magetan Herdwi Witanto

(Foto: dok lensaindonesia.com)Kepala Kejari Magetan Herdwi Witanto

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM : Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan bakal menyiapkan penetapan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi proyek Kawasan Industri Rokok (KIR) di Kecamatan Bendo, Magetan senilai Rp 834 juta.

Tersangka baru itu adalah mantan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Magetan, yang kini menjabat Kepala BPN Sampang, Madura, Wahyu Amrullah. Kejari Magetan menjadualkan pemeriksaan minggu depan.

“Pemeriksaannya minggu deppan, surat panggilan sudah kami kirimkan kemarin,” kata Kasipidsus Kejari Magetan Iwan Winarso, Sabtu (18/05/2013).

Menurutnya, mantan Kepala BPN kemungkinan besar bisa dijadikan sebagai tersangka tambahan. Sebab, perannya sebagai Sekretaris Tim 9, yang bersangkutan pasti mengetahui seluk beluk pengalihan tanah bengkok lahan KIR.

“Sangat mungkin Wahyu Amrulloh menjadi tersangka. Karena dia telah melanggar peraturan tentang pengadaan tanah. Padahal dia tahu,” katanya.

Dijelaskan, berdasarkan hasil penyidikan, saat menjabat Kepala BPN Magetan, Wahyu Amrullloh sengaja tidak melaksanakan Peraturan Kepala Kantor BPN Nomor 3/2003 pasal 4 ayat (3) tentang pengadaan tanah. Akibatnya terjadi dugaan rekayasa lahan, hingga merugikan negara sekitar Rp 834 juta.

Sementara itu, Mashudi serta Wiyono keduanya staf pengukuran dan pemetaan BPN Magetan telah menjalani pemeriksaan di Kejari Magetan Kamis, (16/05/2013) lalu.

Oleh pihak kejaksaan, keduanya diperiksa lantaran dianggap mengetahui kronologi pengalihan tanah bengkok seluas 7600 meter persegi, hingga penguasaan hak kepada alm Supandi, Lurah Bendo serta kepada terdakwa Yudi Hartono.

“Kami bperiksa karena kami yakin mereka tahu kronologi tanah dari bengkok desa hingga menjadi hak milik dua orang tersebut,” katanya.@arso





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty