x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Menolak dengan ruwatan di sekitar lokasi

Budayawan Kota Bandung tolak komersialisasi kawasan Baksil

Senin, 20 Mei 2013 13:11 WIB (1 year yang lalu)Editor:
Budayawan Kota Bandung tolak komersialisasi kawasan Baksil - Menolak dengan ruwatan di sekitar lokasi - Ilustrasi

(Foto: Istimewa)Ilustrasi

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Budayawan Tisna Sanjaya menolak rencana Pemkot Bandung menjadikan kawasan Babakan Siliwangi (Baksil) sebagai kawasan komersialisasi. Baksil yang berdampingan dengan Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ITB merupakan kawasan hutan kota, yang merupakan paru-paru kota dan kawasan sumber mata air di Kota Bandung.

Menurut Tisna, Pemkot Bandung bekerjasama dengan PT EGI untuk membangun Restoran di kawasan Baksil Bandung. Budayawan dan seniman Kota Bandung secara tegas menolak komersialisasi rencana tersebut. “Kami menolak dengan tegas,” ujarnya di Bandung, Senin (20/5).

Sebagai wujud penolakan, Tisna bersama budayawan dan seniman lain seperti Acil Bimbo, Fiki Satari, Aat Suratin, Robby Sundawani, dan beberapa tokoh lainnya melakukan kegiatan ruwatan di kawasan Baksil Kota Bandung.

Warga yang ikut ruwatan menggunakan pakaian hitam-hitam, baju dan celana pangsi. Sebuah wadah berisi bunga-bungaan, arang, beras, padi dan lainnya dibawa sebagai bagian dari prosesi ruwatan. Kegiatan ini bukan tanpa makna, namun untuk menolak komersialisasi kawasan Babakan Siliwangi, paru-paru kota dan kawasan sumber mata air di Bandung yang harus dipertahankan keberadaannya. “Mempertahankan Babakan Siliwangi harga mati,” tegasnya.@husein

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty






code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty