x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



Cari pejuang muda anti korupsi

ICW buka sekolah anti korupsi

Senin, 20 Mei 2013 21:30 WIB (11 months yang lalu)Editor:
ICW buka sekolah anti korupsi - Cari pejuang muda anti korupsi - poster pendaftaran sekolah anti korupsi ICW

(Foto: A.Husein Wijaya)poster pendaftaran sekolah anti korupsi ICW

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Indonesia Corruption Watch (ICW) membuka Sekolah Anti Korupsi (SAKTI), untuk mencari kader penggiat anti korupsi. Target utamanya dalah kaum muda.

Sekolah ini akan merekrut orang-orang yang berpihak pada pemberantasan korupsi dan mau mengabdi dalam gerakan antikorupsi. Bagi masyarakat yang berminat, terutama bagi kalangan muda terutama Mahasiswa tingkat Aklhir atau telah lulus D3/S1, dapat menghubungi tautan www.antikorupsi.org/id/form/sakti-2013.

Baca juga: Awas! banyak Caleg beli suara pada penyelenggara Pemilu dan Ribuan honorer K2 siluman dilaporkan ke Bareskrim

Menurut koordinator ICW, Danang Widoyoko, peserta yang lolos seleksi akan difasilitasi pendidikan dasar dan strategi advokasi bekerja di ICW, atau dapat kembali ke lembaga atau daerahnya sebagai bagian gerakan anti korupsi. Hal ini dikatakannya saat launching Sekolah Anti Korupsi SAKTI, di RM Gasiboe Bandung, Senin, (20/5/2013).

Turut hadir dalam acara tersebut, H. Nanag Ma’some, Teten Masduki, Profesor Mubair, Didin Mauliani, Solihin GP, dan Tisna Sanjaya. Tokoh-tokoh ini adalah para inisiator advokasi pemberantasan korupsi di Jawa Barat.

Dikatakan, SAKTI juga bertujuan untuk menyebarkan nilai-nilai antikorupsi, agar para peserta SAKTI dapat menjadi agen pembaharu di masyarakat dan daerah masing-masing kala bertugas.

Sejak ICW berdiri tahun 1998 pasca reformasi, ICW terus bekerja untuk menciptakan Indonesia bebas korupsi, namun korupsi terus saja terjadi, bahkan semakin canggih. Untuk itu , ICW menyadari bahwa perjuangan melawan korupsi masih membutuhkan pejuang-pejuang baru.

Selain Sekolah Anti Korupsi, ICW juga mendirikan pusat pelatihan (training center) di jalan Pudak No 21 Kota Bandung.

Menurut Nanag Widoyoko, Jawa Bara bisa menjadi salah satu contoh masih tingginya korupsi di Indonesia. Dengan APBD mencapai Rp.13 triliun lebih, seharusnya mampu meningkatkan kesejahteraan wargany. Namun nyatanya sampai kini 11 persen penduduk miskin. Ketidak mampuan meningkatkan kesejahteraan rakyat tentunya tidak terlepas dari rendahnya tingkat pengawasan terhadap setiap kegiatan pembangunan, dana APBD rentan di korupsi.

Sementara itu, Nanang Ma’soen selaku tuan rumah mengatakan, dirinya menyambut positif gagasan ICW untuk mendirikan sekolah anti korupsi SAKTI di Bandung. Hal ini mengingat perbuatan korupsi memiliki dampak lebih dahsyat dari teroris.

“Kita juga tentunya tidak ingin Jawa Barat di obok-obok oleh koruptor yang mengganggu dan menghambat pembangunan untuk kesejahteraan rakyat,” tandasnya. @husein.




code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty