x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



Termasuk kegiatan perkuliahan

Mahasiswa Unipa gelar pertunjukan teater di Gedung Cak Durasim

Senin, 20 Mei 2013 15:40 WIB (11 months yang lalu)Editor:
Mahasiswa Unipa gelar pertunjukan teater di Gedung Cak Durasim - Termasuk kegiatan perkuliahan - Salah satu pertunjukan teater karya Mahasiswa Unipa

(Foto: doni)Salah satu pertunjukan teater karya Mahasiswa Unipa

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Ratusan mahasiswa jurusan bahasa dan sastra Indonesia Universitas Adhibuana (Unipa), hari ini, Senin (20/5/2013), menggelar pertunjukan drama teater di gedung Cak Durasim yang terletak di Jl Genteng Kali, Surabaya. 221 Mahasiswa yang terlibat pada pementasan ini berasal dari angkatan 2010 saja.

Pertunjukan teater ini merupakan rangkaian kegiatan perkuliahan yang diajarkan pada mahasiswa jurusan Bahasa Indonesia Unipa. Ada 6 naskah teater yang ditampilkan terdiri dari naskah ‘Petruk Jadi Presiden’, ‘Sandal Jepit’, ‘Pelacur dan Sang Presiden’, ‘Titik Dua’, ‘Koran’, dan ‘Wewe Gombel’.

Linda Krisnawati salah satu mahasiswa yang terlibat mengatakan pementasan teater ini adalah salah satu tugas kuliah. “Karena termasuk tugas kuliah, kami harus mementaskannya dengan maksimal,” jelas sutradara naskah ‘Pelacur dan Sang Presiden’ itu.

Selain dari mahasiswa-mahasiswa Unipa yang hadir, panitia acara juga membuka penjualan tiket masuk bagi penonton dari umum. Harga tiket yang ditawarkan juga sama yaitu Rp 10.000.

Suryadi, dosen mata kuliah Unipa, menjelaskan, karena dunia teater yang notabene baru bagi mahasiswa, pihaknya memberi waktu satu bulan melakukan observasi naskah. Penilaian yang dilakukannya berdasarkan pada proses yang dimulai dari awal hingga akhir.

“Mereka ini memang saya tugasi untuk membikin pertunjukan drama, agar kelak mereka mampu mengajarkan pada anak-anak didiknya,” tegas pria lulusan sastra itu. @Dony





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty