x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Peni kecapekan pasca coblosan

Istri kalah Pilkada, Walikota Malang dikabarkan meninggal dunia

Jumat, 24 Mei 2013 11:49 WIB (1 year yang lalu)Editor:
Istri kalah Pilkada, Walikota Malang dikabarkan meninggal dunia - Peni kecapekan pasca coblosan - Walikota Malang, Peni Suparto

(Foto: Istimewa)Walikota Malang, Peni Suparto

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Wali Kota Malang, Peni Suparto diisukan masuk rumah sakit lalu meninggal dunia. Isu tersebut mencuat menyusul hasil penghitungan suara Pemilihan Walikota (Pilwali) Kota Malang yang dirilis beberapa lembaga survei, menyatakan bahwa istrinya, Heri Pudji Utami kalah dalam perolehan suara, Kamis (23/5/2013).

Makanya, Peni memberikan keterangan pers pada wartawan. Dia menjelaskan bila kabar yang menyebut dirinya masuk rumah sakit dan meninggal dunia hanyalah isu.

“Memang benar, saya ditelepon istri saat berada di rumah. Istri saya tanya, bapak sehat kan? Ya saya jawab, sehat tidak kenapa-napa,” jelasnya. Lalu dia balik bertanya pada istrinya dari seberang telepon. “Memangnya ada apa,” tanyanya.

Peni menceritakan, bahwa bila dirinya langsung tidur usai pencoblosan. Alasannya, karena kecapekan. Ketika itu, banyak orangnya menanyakan kesehatan dan kondisinya. Sebab, mereka mendengar kabar bila ia meninggal dunia.

“Kalau dikabarkan meninggal saya santai dan sabar saja. Jadi, walau dikabarkan meninggal tidak apa karena saya sakti. Buktinya saya masih hidup lagi,” kelakarnya sembari tertawa.

Dia menjelaskan bahwa isu itu tampaknya dikaitkan dengan hasil quick count Pilwali. Sebab, berdasarkan hasil hitungan cepat yang dilakukan beberapa lembaga, Pilwali dimenangkan pasangan Anton-Sutiaji secara mutlak. Sehingga muncul spekulasi yang menyebutkan Peni meninggal dunia.

Padahal, Peni mengaku belum tahu bagaimana hasil Pilwali itu. Bahkan dia juga mengatakan tak menanggapi hasil quick count tersebut.

“Kita memang tidak menanggapi quick count. Kita tunggu hasil resmi hitungan manual dari KPU saja. Aturannya kan begitu,” tuturnya.

Bagi dirinya, untuk saat ini yang penting Pilkada berjalan aman, damai dan kondusif. “Jadi yang saya rasakan tidak ada apa-apa, sesuai dengan salam satu jiwa,” katanya.

Meski begitu, Peni mengaku heran bila hasil suara pasangan DaDi tidak sama dengan kondisi sebelumnya. “Cukup berbeda drastis. Ada apa ini,” katanya mengomentari hasil penghitungan cepat itu.

Sementara, Heri Pudji Utami, mengaku juga tak terpengaruh hasil hitungan cepat. Sebab, dirinya tetap akan menunggu hasil resmi dari KPU. “Kita masih optimis. Tapi saya berterima kasih kepada masyarakat Kota Malang yang telah simpati dan mendukung pasangan DaDi,” katanya sembari diamini Sofyan Edi Jarwoko.@aji dewa roisky

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty






code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty