x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Bunuh orang stress peremas payudara

Warga Simolawang dituntut 15 tahun penjara demi bela kehormatan istri

Selasa, 28 Mei 2013 15:08 WIB (1 year yang lalu)Editor:
Warga Simolawang dituntut 15 tahun penjara demi bela kehormatan istri - Bunuh orang stress peremas payudara - Zakhi hanya bisa terperangah ketika JPU menuntutnya dengan hukuman penjara 15 tahun

(Foto: ian)Zakhi hanya bisa terperangah ketika JPU menuntutnya dengan hukuman penjara 15 tahun

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Achmad Zakhi, terdakwa pembunuhan M Ulum, hanya bisa terperangah lalu tertunduk lesu saat mendengar tuntutan penjara 15 tahun yang diberikan JPU dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (28/5/2013). Pasalnya, Zakhi tak mengira jika aksinya membela kehormatan sang istri justru membawanya terjerat hukuman pidana berat itu.

Dalam sidang yang diketuai hakim majelis Antonious Simbolong kali ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ririn Andriyani dalam tuntutanya menjerat Zaky dengan Pasal 351 tentang penganiayaan dan 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan tuntutan 15 tahun penjara.

Baca juga: Bos PJTKI langsung dieksekusi jaksa usai sidang Peninjauan Kembali dan Ngaku polisi, dua waria sukses embat uang Rp 22 juta

Sebelumnya, dalam dakwaan, jaksa Ririn menyebut kejadian bermula dari dendam dua hari yang telah dipendam oleh terdakwa karena tindakan tidak senonoh korban. Zakhi mengetahui jika Ulum telah memegang payudara Fitria Ariani, istrinya, saat sang istri tengah berada di depan rumah untuk membeli bakso.

Mengetahui korban telah bertindak asusila kepada istrinya, Zhaki pun meradang. Ia sempat terlibat adu mulut hingga kemudian memilih masuk ke rumah dan mengambil pisau di dapur.

Meski sudah diancam akan ditusuk, korban justru memukul terdakwa. Semakin tak terima, Zhaki lalu menusuk dada korban hingga tersungkur dan jatuh ke dalam selokan di gang Jl Simolawang. Saat tahu Ulum telah tak bernyawa, Zhaki lantas mendatangi polisi guna menyerahkan diri ke Mapolsek Simokerto.

Ironisnya, berdasarkan pemeriksaan, Ulum ternyata mengidap gangguan kejiwaan yang tidak disadari oleh terdakwa. @ian_lensa

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty