x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



Kejari Perak tak mampu atasi

Kejati usut dugaan korupsi proyek Dinas PU Cipta Karya Jatim

Kamis, 30 Mei 2013 17:12 WIB (11 months yang lalu)Editor:
Kejati usut dugaan korupsi proyek Dinas PU Cipta Karya Jatim - Kejari Perak tak mampu atasi - Ilustrasi kampung Kremil

(Foto: ist)Ilustrasi kampung Kremil

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Kasus dugaan korupsi proyek pembangunan permukiman daerah kumuh di kawasan Kampung Tambak Asri, atau lebih akrab dengan sebutan Kampung Kremil, senilai Rp 3,2 miliar, ditindaklanjuti oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim).

Kepala Seksi Penyidikan (Kasindik) Kejati Jatim, Rohmadi, menuturkan pihaknya telah membentuk tim untuk mengumpulkan data dan cek ke lapangan. “Selasa lalu tim yang kita bentuk telah turun ke lapangan mengumpulkan data-data,” kata Rohmadi (30/5/2013)

Baca juga: Penanganan kredit fiktif BPR Jatim Rp 5,8 miliar 'mogok' dan Kejati Jawa timur belum selesai teliti berkas Bambang DH

Untuk diketahui, dugaan kasus korupsi ini semula dilaporkan oleh sedikitnya 50 KK warga Kremil ke Kejari Tanjung Perak. Dalam laporannya, warga protes terhadap proyek senilai 3,2 miliar yang ditangani Dinas PU Cipta Karya Jatim dengan kontraktor pelaksana PT Gunung Lima Kencana sejak tahun 2011 ini mangkrak, menyebabkan banjir di musim hujan dan menambah kemacetan di kampung tersebut.

“Awalnya Kejari Tanjung Perak, namun ternyata Kejari Perak kekurangan personil untuk menindaklanjuti laporan warga. Kajati kemudian mendisposisi agar Pidsus Kejati membentuk tim menangani kasus ini,” jelas Rohmadi.

Setelah Tim Kejati turun ke lapangan, kemudian akan melakukan pencocokan data-data apakah sudah sesuai dengan spesifikasi atau tidak. “Saat ini kita masih cari kontraknya. Kita pelajari apakah ada penyimpangan,” ucapnya.

Untuk mencocokkan data-data itu, Rohmadi menandaskan, Tim Kejati kini sedang menelusuri kontrak proyek di Dinas PU Cipta Karya Jatim dan Kontraktor Pelaksana, PT Gunung Lima Kencana. Kalau memang diketahui ada penyimpangan spek, selanjutnya akan kita tingkatkan penyelidikan. Kalau tidak ada ya kita tutup. Kita tunggu saja hasil kerja Tim Kejati,” tutupnya. @ian_lensa




code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty