x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



Mencari perempuan peneliti muda untuk kemajuan Bangsa

L’Oreal gelar “For Woman in Science” di USU, UGM, Unhas dan ITB

Kamis, 30 Mei 2013 22:24 WIB (11 months yang lalu)Editor:
L’Oreal gelar “For Woman in Science” di USU, UGM, Unhas dan ITB - Mencari perempuan peneliti muda untuk kemajuan Bangsa - Arief Rachman, Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (KNIU Kemdikbud) pada press confere

(Foto: Rudi/lensaindonesia.com)Arief Rachman, Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (KNIU Kemdikbud) pada press confere

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: L’Oreal, produk kosmetik dan kecantikan asal Paris, kembali menggelar program For Woman in Science (FWIS) Nasional. Program ini dilakukan sejak 2004 untuk menghargai peneliti perempuan muda Indonesia yang luar biasa. Mereka mendedikasikan karier untuk mengembangkan inovasi ilmiah dan berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Untuk menyosialisasikan program tersebut, L’Oreal dan Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO – Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia (KNIU Kemdikbud), bekerja sama dengan Direktorat Kemdikbud Pendidikan Tinggi (DIKTI), mengadakan video conference dan seminar dengan universitas dan lembaga penelitian terkemuka di seluruh Indonesia.

Baca juga: Srilestari merintis bakso dari 100 pentol sampai 100 karyawan dan Perempuan harus terus pacu kualitas, tapi jangan kebablasan, Neng!

Program FWIS Nasional ini juga mendapat dukungan dari tiga instansi terkait di Indonesia. Yakni, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kementrian Perempuan Perlindungan Pemberdayaan dan Anak, dan Kementrian Riset dan Teknologi.

Prof. Dr. Arief Rachman MPd, Ketua Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (KNIU Kemdikbud), mengatakan ilmu pengetahuan atau sains adalah salah satu kunci untuk mendorong dan mempercepat kemajuan suatu negara dan sains suatu negara tidak akan maju dengan sukses dan berkelanjutan.

Di Indonesia, jumlah perempuan yang memperoleh gelar doktor dan mengejar karir di bidang sains serta penelitian sangatlah kecil persentasenya dibandingkan laki-laki. “Kami bersama L’Oreal berusaha mengatasi masalah ini dengan cara memberikan dukungan penuh kepada para peneliti perempuan muda dan mempromosikan sains di kalangan perempuan muda Indonesia melalui program FWIS Nasional,” ujar Arief Rachman kepada LICOM di Gedung Dikti, Kemendikbud, Jakarta, Rabu (29/5/2013).

Menurut Arief Rachman, Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (KNIU Kemdikbud) yang dipimpinnya di bawah kendali Biro Kerjasama Luar Negeri Kemdikbud yang diketuai langsung Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia.

Pembangunan Indonesia dibangun melalui data dan penelitian. Tanpa data akurat dan penelitian, maka pembangunan akan lemah. “Kami mencari potensi perempuan peneliti Indonesia berumur dibawah 37 tahun. Kenapa umur dibawah 37 tahun? Karena ia punya waktu lama untuk berkarir dan menerapkan hasil penelitiannya, berbeda bila ia berusia 50 tahun,” kata Guru Besar Universitas Negeri Jakarta ini.

Arief menambahkan, perempuan peneliti muda di Indonesia cukup banyak. Ini dilihat berdasarkan perkiraan pelamar yang mendaftar di program ini rata-rata 100 orang dikali 10 tempat pendaftaran di beberapa universitas di kota besar di Indonesia. Dan, perempuan peneliti muda Indonesia sudah banyak yang meraih penghargaan program FWIS Nasional.

“Rencananya, kami akan roadshow sosialisasi ke 4 kota besar yakni Medan di Universitas Sumatera Utara tanggal 5 Juni 2013, UGM Yogyakarta 13 Juni 2013, Universias Hasanuddin Makassar 20 Juni dan ITB Bandung 27 Jui 2013,” kata pria yang sudah berusia 70 tahun ini.

“Kami berharap bahwa upaya L’Oreal dalam memajukan sains di Indonesia akan menginspirasi sektor swasta lainnya untuk turut berpartisipasi berbuat sesuatu,” tambahnya.

Setiap tahunnya, L’Oreal memberikan penghargaan berupa beasiswa FWIS National kepada para peneliti perempuan muda untuk kategori Life Science dan Material Science. Dalam 10 tahun, program ini telah memberikan beasiswa senilai Rp 75 juta kepada setiap 27 penerima beasiswa untuk proyek penelitian mereka, 5 diantaranya telah diakui secara internasional.

Untuk bisa mendapatkan beasiswa FWIS Nasional ini, pendaftar harus menyerahkan proyek penelitian asli yang memiliki potensi untuk dapat diterapkan di negaranya dan di luar universitas atau lembaga. Proposal ini kemudian dikaji oleh tim juri yang dipimpin Prof. Dr. Endang Sukara untuk kategori Life Science dan Prof. Yohanes Surya, PhD untuk kategori Material Science.

Hasil penelitian yang terpilih akan didaftarkan dalam program FWIS tingkat internasional untuk mendapatkan 3 peneliti perempuan terbaik per benua.

Batas waktu penyerahan proposal tanggal 15 September – 1 Oktober, sementara penelitian dewan juri akan dilakukan pada tanggal 4 Oktober 2013.

Aplikasi untuk program FWIS Nasional 2013 dapat di download melalui website KNIU-Kemdikbud di httpp://www.indonatcom.org. @Rudi




code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty