x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Perangkat pendukung belum siap

Tarif baru dan e-ticketing KRL Jabodetabek ditunda, Bro!

Kamis, 30 Mei 2013 16:00 WIB (1 year yang lalu)Editor:
Tarif baru dan e-ticketing KRL Jabodetabek ditunda, Bro! - Perangkat pendukung belum siap - KRL Jabodetabek

(Foto: istimewa)KRL Jabodetabek

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) mengumumkan akan menunda penerapan tiket elektronik (e-ticketing) dan tarif baru KRL progresif pada Juli 2013.

Direktur Utama KCJ Tri Handoyo menyatakan alasan penundaan karena perangkat untuk mendukung tiket elektronik dan sosialisasi kepada masyarakat masih belum siap. Masyarakat harus menunggu sebulan dari awal penetapan pada 1 Juni 2013.

Baca juga: PT KAI sediakan fasilitas untuk penumpang difabel dan KAI: Kita sudah tertibkan 5490 kios dan lapak dari 64 stasiun

“Perangkat untuk mendukung e-ticketing sudah dipasang di setiap stasiun, tapi perlu disesuaikan dengan sistem,” kata Tri.

Pada 1 Juni 2013 PT KCJ akan melakukan uji coba e-ticketing. Penggunaan e-ticketing hanya berlaku pada waktu tertentu, yaitu pukul 09.00—16.00 WIB.

Di luar waktu itu, masyarakat dapat menggunakan tiket manual kertas sama seperti sebelumnya. Pada 1 Juni 2013 masyarakat pengguna kereta masih menggunakan tarif lama.

Tri mengatakan, sebelum berlakunya tiket elektronik, tiket progresif masih tetap. Tarif untuk commuter, Rp 8.000-Rp 9.000 yang telah berlaku sejak Oktober 2012.

“Dengan 2 sistem tiket tersebut, tarif progresif tidak mungkin diterapkan, sehingga tarif sebelumnya masih tetap berlaku,” jelasnya.

Sementara itu, penumpang kereta commuter Wahyu Wijaya mengaku kecewa atas penundaan keputusan tersebut.

“Seharusnya pihak itu (KCJ) jangan mengumbar janji, jika belum siap buat apa diumumkan ke publik, padahal masyarakat sudah berharap banyak, dan saya mengharapkan agar proses sosialisasi nanti dapat dijalankan dengans serius” kata Wahyu di Stasiun Depok Baru.

Sebelumnya, pihak KCJ telah mengumumkan rencana penggunaan tarif progresif dan elektronik (23/5) yang akan berlaku pada Juni 2013. Dengan sistem yang baru, harga tiket dihitung berdasarkan jarak yang ditempuh penumpang.

Tiap lima stasiun pertama, penumpang cukup membayar Rp 3.000, kemudian tiga stasiun penumpang membayar Rp 1.000. Pemberlakuan tarif progresif untuk KRL ini menjadi sistem pentarifan yang adil.

“Khususnya bagi penumpang yang melakukan perjalanan jarak dekat,” kata Tri.

Citizen Journalism:
Nadya Nur’aini, Mahasiswi Politeknik Negeri Jakarta

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty



Editor: +Khairul Fahmi

I am an inventor, a writer and wordsmith.…

Facebook Twitter Google+ Index Berita 



code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty