x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Haris Son Haji (Wabub) ngotot gugat kemenangan inkumben tidak sah

Digugat di MK, KPU Bondowoso tolak tuduhan Pilkada Bondowoso bermasalah

Jumat, 31 Mei 2013 13:39 WIB (1 year yang lalu)Editor:
Digugat di MK, KPU Bondowoso tolak tuduhan Pilkada Bondowoso bermasalah - Haris Son Haji (Wabub) ngotot gugat kemenangan inkumben tidak sah - Monumen Gerbong maut di Bondowoso ternyata tidak hanya menjadi simbol berjuangan rakyat Bondowoso ketika dijadikan mayat dalam gerbong KA oleh pasukan penjajah.

(Foto: dok. ist.)Monumen Gerbong maut di Bondowoso ternyata tidak hanya menjadi simbol berjuangan rakyat Bondowoso ketika dijadikan mayat dalam gerbong KA oleh pasukan penjajah.

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Gugatan hasil akhir Pemilihan Umum Bupati Bondowoso, Jawa Timur oleh Haris Son Haji (wakil Bupati Bondowo yang jabatannya berakhir) di Mahkamah Konstitusi (MK) dinilai KPUD setempat, terlalu berlebihan. Alasannya, gugatan terhadap kemenangan Cagub  inkumben “cacat hukum” tersebut tidak memiliki kekuatan hukum.

Kuasa Hukum Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bondowoso, Robihin Emhas, menyatakan gugatan Haris Son Haji tidak berlaku karena bukan sebagai
peserta Pilkada. “Dia bukan peserta Pemilu, jadi tidak bisa menggugat,” ujar Robihin dalam sidang MK, Jumat (31/5/13). Haris Son Haji
ngotot menggugat karena dirinya merasa dijegal Amin Said Husni (Cabub incumbent yang kemudian memenangkan Pilkada), sehingga gugurkan
saat verifikasi maju jadi kandidat.

Baca juga: Siti Zuhro: Jawa Timur bisa jadi pilot project Pilkada serentak dan Ketua ADKASI: Pilkada oleh DPRD dapat meminimalisir politik dinasti

Robihin juga menampik jika proses Pemilu dianggap tidak sah. Apalagi, alasannya, karena pasangan Mustawiyanto-Abdul Manan (Muna) tidak
memenuhi syarat, lantaran partai pendukungnya, Partai Kebangkitan Nadhlatul Ulama (PKNU) dengan mengatasnamakan ketua DPW
PKNU-nya Khusaeri, mencabut dukungan.

Padahal, dalam Pasal 62 ayat 1 UU  No. 12 Tahun 2008 tentang Perubahan UU Pemerintah Daerah serta Pasal 109 ayat 1 Peraturan KPU menyebutkan, setelah pengumuman pasangan calon, bahwa Parpol pendukung dilarang menarik calon dan pasangan calon atau salah satu dari pasangan calon.

“Pencabutan dukungan dari PKNU tidak sah. Khusaeri adalah bukan ketua DPW PKNU yang mendaftarkan MuNa (Mustawiyanto-Abdul Manan).
Sehingga, Pemilu sah karena ada dua pasangan,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, proses Pilkada Bondowoso terjadi banyak masalah. Saat verifikasi KPUD, sejumlah pasangan dinyatakan gugur.
Di antaranya, pasangan Haris Sonhaji-Hariamas (Harisma), Soeroso-Darmaji (Soma), dan Bakhtiar Lutfi-KH. Saiful Rijal (Bisa). Alhasil, tersisa
satu pasangan, yakni Amien Said Husni-Salwa Arifin (Aswaja), kemudian muncul duet Mustawiyanto-Abdul Manan (MuNa).

Hasil Pemilu dimenangkan pasangan nomor urut 2, yang juga inkumben Amien Said Husni-Salwa Arifin (Aswaja) mengumpulkan 109 suara.
Sedangkan, suara MuNa yang disebut-sebut sebagai pasangan boneka Aswaja, mengumpulkan 74 suara, dan suara tidak sah 74 suara. @priyo

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty