x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Kurangi tindak pidana perikanan di perairan Indonesia

Banyak kapal asing ‘jarah’ ikan, Ditjen Pengawasan SDKP siapkan Penyidik andal

Sabtu, 01 Juni 2013 11:50 WIB (1 year yang lalu)Editor:
Banyak kapal asing ‘jarah’ ikan, Ditjen Pengawasan SDKP siapkan Penyidik andal - Kurangi tindak pidana perikanan di perairan Indonesia - Illegal fishing menggila, SDKP berikan pelatihan PPNS Perikanan

(Foto: ilustrasi)Illegal fishing menggila, SDKP berikan pelatihan PPNS Perikanan

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Demi menegakkan hukum dalam bidang perikanan,  Direktorat Penanganan Pelanggaran Ditjen Pengawasan SDKP KKP memberikan pelatihan kepada Direktorat Jendral Penyidik Pegawai Negeri Sipil (Ditjen PPNS) Perikanan.

Pelatihan ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kemampuan PPNS Perikanan dalam menyelesaikan proses penyidikan tindak pidana perikanan secara akuntabel. Tidak hanya itu saja, pelatihan ini akan meningkatkan kemampuan penyidik untuk memperoleh bukti kasus-kasus tindak pidana perikanan di Indonesia.

Diharapkan, setelah pelatihan ini, kasus tindak pidana perikanan dapat berkurang. Pasalnya, tidak sedikit tindak pidana perikanan terjadi di Indonesia saat ini. Berdasarkan penuturan Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, kasus illegal fishing merupakan kasus paling banyak dalam tindak pidana perikanan. Banyak kapal-kapal ilegal berbendera berbendera asing seperti Vietnam, Thailand, Philipina, Malaysia, China dan Taiwan sering melakukan illegal fishing.

Acara ini pula membuka pikiran para PPNS Perikanan terkait efek illegal fisihing. Pihak Ditjen Pengawasan SDKP menegaskan alasan negara asing bisa memperoleh devisa besar dalam perikanan dibandingkan Indonesia. Padahal, Indonesia mempunyai sumber daya melimpah dalam dunia kelautan dan perikanan.

“Dari manakah sumberdaya devisa dari negara-negara tersebut?” ujar Direktur Jendral Pengawasan SDKP, Syahrin Abdurrahman kepada LICOM (1/6/2013).

Dalam acara coaching yang dilaksanakan 26-30 Mei 2013 silam, pihak Ditjen PSDKP memberikan simulasi kasus dan penanganan dalam kasus-kasus di dunia perikanan seperti illegal fishing, pemalsuan dokumen perizinan kapal perikanan, transhipment, pendaratan ikan di luar pelabuhan yang diizinkan, dan penggunaan awak kapal yang tidak memenuhi ketentuan. Selain itu, pihaknya juga mempelajari teknologi yang dilakukan para pelaku, sehingga lebih mudah dalam mencegah kasus pelanggaran perikanan. @andrian

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty



Editor: +Andrian Pratama

A copy editor, gamer, University of Indonesia college student, and seeker of truth…

Facebook Twitter Google+ Index Berita 




code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty