x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



Pasangan berKaH terancam tak bisa tampil di Pilgub Jatim 2013

PPNUI cabut dukungan, Khofifah-Herman gigit jari

Selasa, 04 Juni 2013 21:02 WIB (11 months yang lalu)Editor:
PPNUI cabut dukungan, Khofifah-Herman gigit jari - Pasangan berKaH terancam tak bisa tampil di Pilgub Jatim 2013 - Zawawi Suat, salah satu ketua PPNUI ketika mendatangi KPU Jatim

(Foto: sarifa)Zawawi Suat, salah satu ketua PPNUI ketika mendatangi KPU Jatim

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: DPP Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia (PPNUI) akhirnya menyatakan mencabut dukungan untuk bakal pasangan cagub-cawagub Khofifah Indar Parawansa dan Herman S. Sumawiredja dalam Pilgub Jawa Timur 2013. Itu berarti, dengan berkurangnya dukungan parpol, maka Khofifah kini hanya bisa gigit jari.

PPNUI yang merupakan partai non parlemen yang hanya memiliki suara 0,24 persen ini bersikukuh tetap mendukung pasangan incumbent, Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa). Pencabutan dukungan itu dilakukan langsung oleh pihak DPP PPNUI dengan mendatangi kantor KPU Jatim, Jl Raya Tenggilis no 1 Surabaya, Selasa (4/6/2013).

Baca juga: Hary Tanoe ancam lapor polisi setelah dituduh suap Akil Mochtar Rp 5 M dan PWNU kritisi sikap ngotot BerKaH terkait Pilgub Jatim

Salah satu Ketua DPP PPNUI, Zawawi Suat, mengklaim sudah menerima surat penarikan dukungan ke pasangan Khofifah-Herman dari Ketua Umum DPP PPNUI, Yusuf Humaidi yang masih berupa faximili. “Saat ini kami masih mencari surat (pernyataan pencabutan dukungan) yang aslinya, sebab surat itu masih bentuk fax,” katanya di hadapan Sekretaris KPU Jatim, Jonathan Judianto.

Surat pencabutan dukungan itu tertanggal 14 Mei 2013, tepat saat Khofifah-Herman (berKaH) mendaftarkan diri ke KPU Jatim. Menurut Zawawi, keabsahan dalam memberikan dukungan ada di dalam kepengurusan DPW PPNUI Jatim, yakni di Dewan Mustasyar dan Dewan Syariah.

“Kita sudah menghadap Ketua Dewan Mustasyar PPNUI, KH Muhdhor di Malang. Hasilnya Pak Muhdhor mengatakan kepengurusan yang sah adalah dibawah Ketua Abdur Rahman (Ketua DPW PPNUI Jatim) yang mendaftarkan dukungan untuk pasangan KarSa,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, pihak PPNUI juga menegaskan bahwa tidak ada dualisme dukungan. Sementara untuk meredam polemik akibat dualisme dukungan di tubuh PPNUI, dalam waktu dekat DPP PPNUI dan Dewan Mustasyar segera menggelar rapat pleno. Termasuk memanggil Ketua Umum, Yusuf Humaidi dan Sekjen, Andi Wiliam Irfan untuk mengklarifikasi kasus tersebut. @sarifa




code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty