x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Dibantu putrinya, ngaku staff Kedubes di AS

Napi narkoba kendalikan penipuan dari dalam LP

Jumat, 07 Juni 2013 16:11 WIB (1 year yang lalu)Editor:
Napi narkoba kendalikan penipuan dari dalam LP - Dibantu putrinya, ngaku staff Kedubes di AS - Dua dari tiga tersangka penipuan dengan modus mengaku staff Kedubes

(Foto: rudi hermawan)Dua dari tiga tersangka penipuan dengan modus mengaku staff Kedubes

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: T alias AT terpidana kasus narkoba yang sedang menjalani hukumannya di LP Tanjung Gusta, Medan, Sumatera Utara menjadi otak pelaku penipuan dengan modus mengaku staff Kedutaan Indonesia di Amerika Serikat.

Modusnya, T menelpon korban dan mengatakan anaknya yang sedang sekolah di Amerika Serikat tersangkut masalah penyalahgunaan narkoba, kemudian menawarkan bantuan untuk mengurus masalah itu dan meminta ditransfer sejumlah uang.¬†”Tersangka T ini mengancam jika tidak mengirim uang, maka perkara akan disebar ke media. Korban ketakutan dan akhirnya memenuhi permintaan itu dengan mentransfer Rp 295 juta,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto kepada LICOM, Jumat (7/6/13).

Baca juga: Ngaku polisi, dua waria sukses embat uang Rp 22 juta dan Jadwal sidang kasus kayu Rp 11 miliar molor terus

Rikwanto menambahkan, T tidak sendiri dalam menjalankan aksinya. Dia dibantu putrinya berinisial PJ dan juga kekasihnya ES. ¬†Keduanya bertugas mengambil uang yang sudah ditransfer korban lalu membagi-bagikan termasuk ke ayahnya yang dipenjara.¬†”Satu yang masih DPO inisial J tugasnya membuat penyedia kartu ATM dan buku rekening penampung yang diberikan kepada tersangka PJ,” tandasnya.

Dari tangan pelaku Polisi berhasil menyita 10 buku rekening BCA, 2 buku rekening BNI, 1 buku rekening BRI, 1 buku rekening Danamon, 2 kartu ATM, 5 HP, 1 buah cincin, dan pakaian para tersangka saat transaksi di ATM yang terekam CCTV. “Atas perbuatannya para tersangka dikenakan pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman 4 tahun penjara. Dan Undang-undang pencucian uang,” terang Rikwanto.@hermawan

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty