x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



Mempertahankan nilai-nilai Aswaja ala NU

Ansor bebaskan anggota jadi caleg parpol, asal jangan ke PKS

Senin, 10 Juni 2013 02:17 WIB (11 months yang lalu)Editor:
Ansor bebaskan anggota jadi caleg parpol, asal jangan ke PKS - Mempertahankan nilai-nilai Aswaja ala NU - Ketua PW GP Ansor Jawa Timur Alfa Isnaini saat menyambut Wamenkumham Denny Indrayana

(Foto: Jani-LICOM)Ketua PW GP Ansor Jawa Timur Alfa Isnaini saat menyambut Wamenkumham Denny Indrayana

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Agar tidak menimbulkan perpecahan di internal organisasi, Ansor bebaskan anggotanya untuk memilih partai apapun sesuai dengan kehendak masing-masing kader, termasuk jika ingin mencalonkan diri jadi anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2014 mendatang.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Timur, Ir. H. Alfa Isnaini M.Si saat dihubungi LICOM, Minggu (09/06/2013).

Baca juga: SBY datangi Apel Banser, GP Ansor tegaskan tak dukung parpol manapun dan GP Ansor Malang bagi sapi kurban ke daerah pesisir

Menurut mantan Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa DPRD Kabupaten Tulungagung periode 2004 – 2009 ini, GP Ansor adalah salah satu organisasi kepemudaan terbesar dengan jutaan anggotanya yang banyak tersebar di hampir seluruh pelosok desa maupun di kota.

Tentunya hal itu merupakan modal besar bagi keberlangsungan perjalanan organisasi yang banyak bergerak di bidang kepemudaan, social, keagamaan maupun kebangsaan. Namun disisi lain, jumlah anggota yang besar tersebut juga merupakan persoalan sendiri, utamanya terkait pilian pilitik.

“Jika tidak bisa memenej dengan baik, maka organisasi ikut jadi korban,” katanya setengah berdiplomasi.

Karena jumlahnya yang besar, maka merekapun juga punya hak konstitusi yang berbeda-beda. Maka, jangan heran jika mereka ada dimana-mana (Berbagai Parpol) baik sebagai simpatisan maupun sebagai fungsionaris Parpol, termasuk anggota legislatif.

Masih menurut salah satu Caleg dari partai Gerindra ini, disamping untuk ikut aktif dalam kegiatan yang bersifat kebangsaan, kerakyatan, keagamaan dan mempertahankan serta melestarikan nilai-nilai Aswaja ala Nahdlatul Ulama (NU), ikut berorganisasi di tubuh GP Ansor adalah untuk menambah kawan, menciptakan tali persaudaraan dan kebersamaan.

“Jadi itu yang utama (Menciptakan tali persaudaraan), soal memilih partai silahkan kemana saja boleh, asal tidak ke PKS.” tuturnya.

Sayang, Pak Alfa, panggilan akrabnya sehari-hari, tidak menjelaskan alasannya kenapa anggotanya tidak diperbolehkan memilih PKS (Partai Keadilan Sejahtera) sebagai salah satu partai pilihan anggota Ansor.

“Mungkin saja karena salah satu partai Islam ini baru terkena badai akibat mantan presidennya (Lutfi Hasan Ishaq) terlibat kasus suap daging Sapi impor atau karena dianggap partai yang berbahaya bagi kelangsungan nilai-nilai Aswaja,” kata salah seorang anggota Ansor di Sidoarjo yang tak mau disebutkan namanya.@jani

 




code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty